Topik
Pengusaha Prancis Sambut Baik Liberalisasi Saham Malaysia
TEMPO Interaktif, Paris - Langkah pemerintah Malaysia dalam memperkenalkan liberalisasi dalam industri saham disambut baik oleh para pengusaha asal Prancis. Bahkan, langkah itu merupakan hal yang dinanti-nantikan, terutama bagi perusahaan yang sudah berkiprah di negeri jiran ini.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Perdana Menteri Muhyiddin Yasssin pada Rabu (1/7) dalam pertemuannya dengan Presiden Asosiasi Pengusaha Internasional Prancis (MEDEF), seperti yang dikutip kantor berita Bernama.
Pada Selasa (30/6), Perdana Menteri Najib Razak mengumumkan liberalisasi dalam industri tersebut yang antara lain meningkatkan batas kepentingan asing dalam perusahaan-perusahaan lokal menjadi 70 persen berbanding 49 persen seperti sekarang ini.
Muhyiddin menambahkan, pengumuman itu membuka lembaran baru dengan para pengusaha Prancis yang menyatakan kesediaan mereka untuk menanamkan modal serta mengembangkan perusahaan mereka di Malaysia. "Dengan kelonggaran syarat ekuitas, mereka bisa mendapat keuntungan dan manfaat besar, terutama bagi pengusaha yang sudah mempunyai mitra di Malaysia," kata Muhyiddin.
Ia menambahkan, ada di antara usahawan Prancis yang menyatakannya minat untuk menambah nilai kerja sama serta mengembangkan perdagangan mereka di Malaysia. Langkah itu juga akan menerima reaksi positif para pengusaha negara lain dan ini akan dapat membantu mengokohkan sektor industri serta ekonomi Malaysia di masa mendatang.
Kini terdapat 165 perusahaan Prancis beroperasi di Malaysia. Antara lain yang terkenal adalah Lafarge (semen), Technip (insfrastruktur eksplorasi gas dan minyak), Alcatel (telekomunikasi), Alstom (peralatan kereta api), Carrefour (ritel) serta perusahaan otomotif Puegeot, Citroen, dan Renault.
BOBBY CHANDRA