TEMPO/Melly Anne
Topik
Infografis
Rudi Soedjarwo Ingin Buat Film Diponegoro
TEMPO Interaktif, Jakarta - Karena kagum dengan torehan sejarah pangeran Diponegoro, Rudi Soedjarwo ingin mengangkat ceritanya ke dalam layar lebar. Menurut pria kelahiran Bogor, 9 November 1971, cerita putra Raja mataram itu telah memberi pesan yang dalam kepada masyarakat.
Sutradara Terbaik Festival Film Internasional Bali 2004 ini menyatakan rasa kagum dengan sejarah perjuangan pangeran Diponegoro dan ingin mengangkatnya ke dalam layar lebar. “Ke depan, saya ingin mengangkat pangeran Diponegoro,” kata Rudi Soedjarwo kepada Tempo Interaktif seusai konferensi pers peluncuran film Hantu Rumah Ampera, Rabu (01/06).
Dalam pandangan Rudi Soedjarwo, sejarah Diponegoro telah menampilkan sosok manusia sempurna yaitu putra raja Jawa yang terpanggil untuk membela dan membantu rakyat miskin. “Kalau kita pikir-pikir, jarang ada orang kaya yang mau membantu orang miskin,” beber salah satu pengajar sekolah film Reload Film Center ini .
Melihat ketokohan Diponogoro yang sarat dengan heroisme dan unsur-unsur daerah yang menjadi latar, Rudi meyakinkan, jika cerita tersebut difilmkan, pasti mendapat respon yang bagus dari pencinta film tanah air. “pasti laku, karena unsur kedaerahan lagi lengket-lengketnya sekarang,” jelas Rudi Soedjarwo mengakhiri pembicaraan.
MUSTHOLIH
Web via