Topik
Pertumbuhan Ritel Indonesia Diprediksi Naik Hingga 10 Persen
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pertumbuhan penjualan sektor ritel modern dan tradisional 2009 diperkirakan mencapai 9 hingga 10 persen. Meski demikian angka ini turun dibandingkan pertumbuhan tahun lalu yang mencapai 21 persen atau Rp 94 triliun.
"Ritel Indonesia terus tumbuh fenomenal lima tahun terakhir. Selalu double digit masuk tiga besar se Asia Pasifik," ujar Associate Director Retailer Service The Nielsen Company Indonesia, Febby Ramaun, dalam konferensi pers di Gedung Mayapada Tower, Jakarta, Kamis (2/7).
Kondisi ini jauh lebih baik ketimbang yang terjadi di Amerika Serikat. Febby menuturkan, krisis ekonomi telah membuat banyak ritel modern di negara pimpinan Obama tersebut gulung tikar. Kedai kopi Starbucks misalnya, menutup 1.000 cabang. Sementara Circuit City, pusat penjualan barang elektronik, menutup 500 unit cabang.
Sebaliknya di Indonesia, ritel terus bertumbuh di tengah krisis. Hingga 2008 ritel modern mencapai 12 ribu buah dan pasar tradisional mencapai 2 juta unit. "Pertumbuhan ekonomi dan konsonsumsi domestik Indonesia mendorong pertumbuhan ritel yang baik," tambahnya.
Dari Januari hingga Mei 2009, penjualan ritel Indonesia mencapai Rp 39 triliun, naik 6,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan 53 kategori produk bermerek tidak termasuk rokok itu diharapkan meningkat menjelang puasa dan lebaran.
Sementara untuk ritel tradisional, Febby melihat adanya perubahan dari toko tradisional menjadi minimarket. "Mereka tidak hanya berjualan tapi juga memberikan service lain seperti ATM dan cafe," ucanya. Perubahan ini didorong perubahan gaya hidup konsumen yang menginginkan tempat belanja yang bersih dan kering.
"Pemerintah harus membangun pasar generasi terbaru," katanya. Nielsen mendorong pemerintah segera merealisasikan program revitalisasi pasar agar dapat memberdayakan pedagang pasar tradisional. "Yang menjadi pembunuh bukanlah ritel modern, tapi konsumen. Pemerintah, peritel, dan pemasok tidak dapat mengatur kemana konsumen membelanjakan uangnya," ungkap Febby.
Sebelumnya dalam riset Nielsen pada 2008, pertumbuhan penjualan di ritel modern meningkat 24 persen dengan nilai penjualan sebesar Rp 34,157 triliun. Sedangkan ritel tradisional menyusul dengan pertumbuhan 19,6 persen dan penjualan sebesar Rp 60,4 triliun.
VENNIE MELYANI