Tanjung Perak Dikembangkan, Kapal Indonesia Diuntungkan
TEMPO Interaktif, Surabaya - Rencana pengembangan pelabuhan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, akan mempengaruhi efektifitas pengiriman barang ke negara-negara tujuan ekspor. “Biaya pengiriman akan lebih murah,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Surabaya Jamhadi di Surabaya, Kamis (2/7).
Kapal-kapal pengirim barang dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya selama ini banyak yang berhenti di pelabuhan Singapura sebelum melanjutkan pengiriman barang ke negara tujuan ekspor. Di Singapura, kapal-kapal itu memindahkan barang-barang yang hendak diekspor ke kapal-kapal lain yang lebih besar.
Selama proses bersandar di pelabuhan Singapura, kapal-kapal dari Indonesia harus membayar pajak dan biaya fasilitas pelabuhan, semisal biaya sandar kapal, antrean kapal, hingga pajak masuk ke negara. Akibatnya, biaya pengiriman menjadi melambung dan berpengaruh pada harga jual komoditas yang diekpor. “Komoditas kita jadi lebih mahal karena harus menutup biaya-biaya ini,” kata dia. “Padahal, sebenarnya murah.”
Dengan adanya pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak, dia berharap sarana dan fasilitas di pelabuhan akan lebih memadai untuk masuknya kapal yang biasa bersandar di pelabuhan Singapura. Pengiriman barang dari Surabaya ke negara tujuan ekspor pun dapat dilakukan langsung tanpa harus mampir ke Negeri Singa. Sehingga, biaya ekspor pengiriman barang dapat ditekan seminimal mungkin.
Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono pada Kamis (2/7) ini menyebutkan, tiga investor lokal asal Surabaya telah mengajukan kesiapan pada pemerintah kota untuk mengembangkan pelabuhan peti kemas di Tanjung Perak hingga mencapai luas 100 hektare. Namun, baru satu yang mengajukan secara resmi.
Pengembangan juga akan dilakukan untuk memperdalam perairan di sekitar pelabuhan agar lebih memungkinkan lagi bagi kapal-kapal besar berskala internasional untuk bersandar. Saat ini perairan di sekitar pelabuhan memiliki kedalaman sekitar sebelas meter. Hal tersebut banyak dikeluhkan kapal-kapal besar untuk berlabuh di sana.
ANANG ZAKARIA