Siswa di Inggris Dilarang Masuk Sekolah karena Berkumis

TEMPO Interaktif, Manchester - Pelajar berusia 14 tahun, Akaash Iqbal, dilarang masuk sekolah karena kumisnya dinilai melanggar peraturan sekolah di Inggris. Para guru di sekolah tersebut menyuruh Iqbal pulang untuk mencukur kumisnya.

Salah satu guru menghubungi ayah Iqbal, Asif Mahmood, dan mengatakan kepadanya agar mencukur kumis anaknya lalu menyuruh anaknya kembali ke Akademi Manchester.

"Saya diberitahu kalau dia tidak boleh masuk kelas kecuali sudah mencukur kumis," ujar Mahmood, 42 tahun, seperti dikutip Daily Express, Kamis (2/7). "Itu kelewatan. Saya awalnya mengira itu hanya guyonan."

Menurut Mahmood, peraturan sekolah tersebut aneh. Pasalnya, Mahmood menganggap anak berusia 14 tahun seharusnya belum mencukur kumis atau jenggot. "Jika ia mulai melakukan itu sekarang, ia akan melakukannya di sisa hidupnya," ujar Mahmood.

"Mereka seharusnya membuat itu menjadi sekolah khusus perempuan. Lantas bagaimana dengan anak-anak beragama Sikh yang melarang anak-anak bercukur? Apakah mereka tidak boleh masuk ke sana?" lanjut Mahmood. "Saya terkejut dengan ini."

Menanggapi kejadian tersebut, Akaash mengatakan, "Mereka mempermalukan saya dan keluarga saya." 

"Saya sedang berjalan ke koridor untuk mendaftar. Lalu ada seorang guru yang memanggil saya ke ruang kelas. Saya disuruh menunggu selama satu jam. Mereka mengatakan kepada saya bahwa kumis saya melanggar peraturan akademi dan menyuruh saya untuk pulang lalu mencukurnya," lanjut Akaash.

Juru bicara sekolah tersebut mengatakan pihaknya hanya menerapkan peraturan standar agar murid mereka bersih. "Kami tidak mau mengomentari masalah pribadi siswa dalam akademi," tegas juru bicara tersebut.

EXPRESS| KODRAT SETIAWAN