Infografis
Model Iklan JK Collection Dipanggil Panwas
TEMPO Interaktif, BANDUNG - Panitia pengawas pemilihan umum Kota Bandung hari ini meminta keterangan Adeng Sugianto. Klarifikasi itu terkait kemunculan sosok pegawai negeri sipil itu sebagai model iklan kampanye pasangan Jusuf Kalla-Wiranto di sejumlah media massa. ”Gambar itu diambil sebelum kampanye, jadi kami susah menjeratnya,” kata Ketua Panwaslu Kota Bandung Darwis, Jumat (3/7).
Dari hasil klarifikasi itu, kata dia, Adeng tidak mengetahui dirinya akan dipakai sebagai model iklan. Ia pun mengaku tak tahu siapa pembuatnya. Sementara ini, Panwaslu masih mempelajari kebenaran penjelasan staf sekretariat DPRD Kota Bandung itu.
”Minggu depan kami minta penjelasan tertulisnya dengan materai,” kata Darwis. Setelah itu pengawas akan menggelar rapat pleno untuk mengambil keputusan.
Sebelumnya diberitakan, sosok pegawai itu muncul dalam televisi dan koran dalam bentuk iklan kampanye pasangan Jusuf Kalla-Wiranto. Statusnya disebut sebagai pengusaha sepatu.
Menurut Adeng kepada Tempo kemarin, gambar itu diambil setelah kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke toko alas kakinya di Cibaduyut, April lalu. Saat itu, pengusaha sepatu dan sendal itu meminta izin agar boleh memakai nama JK Collection Shoes sebagai label produknya.
Walau kini memunculkan masalah, Adeng mengaku tidak keberatan dirinya dipakai sebagai model iklan kampanye itu. Dia meminta Panwaslu memilah status dirinya sebagai pegawai negeri sipil dan pengusaha dalam kasus tersebut.
Sementara itu, Panwaslu Kota Bandung juga tidak bisa memberi sanksi atas dugaan kampanye terselubung dari kandidat tersebut. Saat acara pemberian dana hibah oleh Walikota Bandung bagi ribuan Kepala Rukun Tetangga dan Rukun Warga di Sasana Budaya Ganesha ITB, 23 Juni lalu, beredar tabloid perdana yang memuat iklan kampanye JK-Wiranto.
Darwis mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan panitia acara. ”Dia juga tidak tahu ada pembagian tabloid itu karena sibuk di dalam,” ujarnya
ANWAR SISWADI

Web via