Surakarta Kekurangan Pemandu Wisata

TEMPO Interaktif, Surakarta - Wisatawan dari berbagai daerah menyerbu Surakarta, Jawa Tengah, pada musim liburan sekolah tahun ini. Beberapa tempat wisata di Surakarta dan sekitarnya seperti Keraton Kasunan, Museum Sangiran hingga Tawangmangu banyak dikunjungi wisatawan. Namun, jumlah pemandu wisata masih sangat kurang.

Jumlah pemandu wisata yang kurang tersebut diakui Hartanto, Ketua Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Surakarta. “Saat ini kita baru memiliki 35 pemandu wisata yang telah bersertifikat,” kata Hartanto.

Jumlah pemandu wisata tersebut tidak bisa mencukupi kebutuhan karena jumlah rombongan wisatawan yang datang jauh lebih banyak.

Dalam kondisi liburan, seringkali pemandu wisata harus mengikuti peserta tur yang memesan selama beberapa hari. Seringkali pemandu wisata juga harus mengikuti rombongan tur hingga ke luar wilayah Surakarta, seperti Yogyakarta, Semarang, hingga Purwokerto.

Sebenarnya, lanjut Hartanto, jumlah pemandu wisata di Surakarta yang telah mendapatkan sertifikat dari Dinas Pariwisata Jawa Tengah cukup banyak. “Namun dahulu pariwisata di Surakarta sepi sehingga mereka memilih bekerja di kota lain,” kata Hartanto.

Ketua II Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) Jawa Tengah, Suseno Hadiparwono, mengeluhkan hal yang sama. Menurut Suseno, biro perjalanan seringkali kesulitan mendapatkan pemandu wisata dalam puncak masa liburan. Kondisi tersebut cukup merepotkan, apalagi ketika banyak wisatawan asing yang datang. 

"Seringkali kita terpaksa memanfaatkan tenaga dari mahasiswa pendidikan pariwisata,” kata Suseno.

AHMAD RAFIQ