Pasien Terduga Flu Babi di Medan Bertambah

TEMPO Interaktif, Medan - Pasien yang diduga terjangkit flu babi di Kota Medan yang dirawat di Rumah Sakit Adam Malik Medan, Sumatera Utara, bertambah. Seorang pria, Sabtu (4/7) pagi, dirawat di ruang isolasi penanganan virus H1N1, dan belum diperkenankan pulang. 

Pasien tersebut tercatat sebagai penumpang maskapai Air Asia penerbangan Kuala Lumpur-Medan, yang juga digunakan sebelas pasien terduga flu babi di Rumah Sakit Adam Malik. 

Sejak merebaknya dugaan warga Medan terjangkit flu babi, sudah sepuluh penumpang maskapai yang tiba di Medan, pada 30 Juni lalu, memeriksakan diri ke Rumah Sakit Adam Malik. Rumah sakit ini dirujuk pemerintah Sumatera Utara untuk menangani flu babi. “Termasuk Ag, 41 tahun, yang sejak tadi pagi dirawat di ruang isolasi,” kata Kepala Bidang Hukum dan Humas Adam Malik Atmawijaya.

Menurut Atmawijaya, Ag pada Jumat kemarin, mendatangi rumah sakit untuk memeriksakan anaknya yang mengalami gejala panas. “Kita suruh pulang dan akan menjalani observasi di rumah saja,” kata Atmawijaya. 

Namun, tutur Atmawijaya, Ag mengaku mengalami demam, Jumat malam, dan keesokan hari melapor ke rumah sakit. “Suhu badannya 36,6 derajat Celsius. Kini masih dirawat,” jelas Atmawijaya.

Sampai pekan ini, Rumah Sakit Adam Malik telah merawat 12 pasien, semuanya mengaku penumpang Air Asia. “Kita masih mengimbau para penumpang agar memeriksakan diri bila mengalami gejala demam, batuk, dan meriang,” kata Atmawijaya saat dihubungi Tempo. 
Hasil laboratorium sebelas pasien terduga flu babi, yang terdiri dari dua keluarga, tutur Atmawijaya, belum diketahui.

Kepala Dinas Pelayanan Bandar Udara Polonia Medan, Djamal, mengungkapkan pemeriksaan terhadap penumpang internasional terus ditingkatkan. “Kini penumpang yang tiba di kedatangan internasional tidak hanya melewati thermal scanner, tapi wajib melewati body clean,” kata Djamal.

SOETANA MONANG HASIBUAN