foto

CENTRAL PARK, PODOMORO CITY



Mereguk Berkah Sang Naga

TEMPO Interaktif, Jakarta - Apartemen eksklusif kini bertumbuhan di kawasan premium ibukota. Ada yang di kawasan Segitiga Emas, Thamrin, Salemba hingga Kelapa Gading. Bagaimana dengan kawasan Jalan S Parman hingga Grogol, Jakarta Barat, yang sebetulnya sungguh strategis dan premium.

Menurut Fengshui, ’seekor naga’ membentang dari Kelapa Gading (Jakarta Utara), Grogol hingga Glodok (Jakarta Pusat). Kepalanya berada di Glodok dan ekornya di Kelapa Gading. Nah, perutnya berada di S Parman hingga Grogol. Perut naga diyakini sebagai sumber kekuatan dan keberuntungan. Kawasan ini sangat menjanjikan sebagai pusat bisnis potensial. Banyak pengusaha bermukim di Kebon Jeruk, Puri Indah, Tomang dan sekitarnya.

Di sinilah Agung Podomoro Group (APG) membangun Podomoro City. Mencakup apartemen, perkantoran, hotel, mal serta fasilitas lain seperti sportsclub, sekolah, dan shopping arcade, superblok terluas di Jakarta Barat ini termasuk karya APG yang laris. Berdiri di lahan 22 hektar di Jalan S Parman, Podomoro City menjadi ‘kota’ dalam kota dengan Central Park sebagai pusatnya.

Seluas 650 ribu meter persegi, Central Park memiliki gedung perkantoran setinggi 46 lantai dengan luas 80 ribu meter persegi, hotel bintang empat 12 lantai dengan 420 kamar, tiga tower apartemen Central Park Residences (CPR) dengan 56 lantai di tiap tower dan total 1.100 unit, dan shopping mall dengan luas area gross 167 ribu meter persegi.

Melanjutkan sukses Mediterania Garden Residences (MGR) 1 dan 2. PT Tiara Metropolitan Jaya membangun Royal Mediterania Garden Residences (RMG) dan CPR. Keempatnya menyatu dalam Podomoro City. Di atas area 1,5 hektar, RMG dengan ketinggian 35 lantai memiliki dua tower, mencakup 1.500 unit apartemen dengan pilihan tipe satu, dua dan tiga kamar. Harga RMG dan CPR mulai Rp 300 jutaan hingga Rp 1,5 miliar per unit.

Menambah eksklusivitas, tiap lantai RMG hanya terdiri dari 12 unit dengan empat lift. Untuk tipe tiga kamar, tersedia dua unit private lift untuk tiap unit. Panorama indah double front back view RMG tersaji berupa skyscrapper CBD Jakarta di muka dan pool side di belakang. RMG menyediakan club house dan leisure pool, serta finger print ID yang hanya bisa diakses penghuni, demi kenyamanan dan keamanan.

Antara area hunian dengan area komersial terhubung oleh tunnel sepanjang 50 meter dan selebar 30 meter. Di sisi tunnel terdapat jajaran toko-toko. Dan di atas permukaan terbentang jalan yang dinamai Podomoro Avenue.

Desain interior CPR terasa lebih muda, ceria dan cerah, dengan dominasi warna putih dan krem. Sekelumit permainan kaca dan logam menyiratkan nuansa futuristik. Beda dengan CPR, tampilan interior RMG lebih klasik, didominasi warna-warna tanah dan keemasan yang lebih teduh.

Selain fasilitas internal standar, tak kalah penting adalah fasilitas eksternal. Posisi Podomoro City dikelilingi sekolah, rumah sakit, hingga malmal top di Jakarta, di antaranya Universitas Trisakti, Universitas Tarumanegara, Universitas Kristen Krida Wacana, Universitas Indo Nusa Esa Unggul, Sekolah BPK Penabur, Mal Ciputra, Mal Taman Anggrek, RS Harapan Kita, RS Graha Medika, dan RS Dharmais. Dalam radius tujuh kilometer dari Podomoro City, terdapat kawasan hunian di Tomang, Tanjung Duren, Green Garden, GreenVille, Taman Ratu, Sunrise Garden, Kedoya dan lain-lain.

Cukup 5-20 menit menuju kawasan CBD Sudirman atau Bandara Soekarno Hatta. Pintu keluar jalan tol yang sangat dekat akan menjadi suatu keunggulan Podomoro City. Dan jangan lupa, ini daerah bebas 3- in-1.

Tak heran bila apartemen di Podomoro City laku keras. Setiap bulan rata- rata terjual 50-100 unit. Kenaikan harganya sudah 20% per tahun. ”Harga unit satu kamar ketika diluncurkan pada 2007 hanya Rp 300 juta, kini sudah melonjak Rp 400 jutaan,” kata Rubby I Widjaja, Marketing Manager CPR. Saat ini, baik RMG atau CPR sudah terjual lebih dari 65%. Sekitar 80% pembeli adalah end user. Sebanyak 70% pembeli dari Jakarta, selebihnya dari daerah seperti Semarang, Surabaya, Palembang, Bandung, Makassar, hingga Jayapura. Banyak pembeli merupakan penghuni lama yang repeat order.

Lokasinya yang premium serta dekat dengan universitas dan perkantoran, membuat pasar sewa apartemen sangat tinggi. Dengan berkah dari sang naga, tidak akan ada apartemen yang kosong. DANIS PURWONO