Megawati : Pelaksana Pemilu Tidak Netral

TEMPO Interaktif, Sukoharjo - Calon Presiden Megawati Soekarnoputri menilai Komisi Pemilihan Umum sebagai lembaga pelaksana kampanye tidak bersikap netral dalam pemilu presiden kali ini. Salah satu contohnya, hingga saat ini KPU belum menghentikan maraknya iklan pemilu satu putaran.
“Padahal iklan tersebut sudah diakui sebagai iklan yang illegal,” kata Megawati Soekarnoputri dalam kampanyenya di Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (04/07).

Dirinya menyayangkan, hingga saat ini belum ada tindakan dari KPU untuk menghentikan iklan tersebut, termasuk menurunkan spanduk-spanduk yang banyak bertebaran. “Hal itu menunjukkan bahwa yang bekerja untuk pemilu tidak bersikap netral,” kata Megawati.

Dirinya juga mengkritisi kinerja KPU yang hingga kini belum dapat menyelesaikan persoalan seputar Daftar Pemilih Tetap (DPT). Menurut Megawati, hal itu menjadikan kegiatan pemilu tahun ini merupakan pemilu terburuk selama reformasi berjalan.

Megawati juga meminta kepada pendukungnya untuk meningkatkan kewaspadaan pada masa tenang menjelang pemungutan suara. “Pada masa tenang biasanya ada yang merayap-rayap untuk mengganggu orang yang akan memilih nomor satu,” katanya.

Usai kampanye di Sukoharjo, Megawati beserta rombongan menyempatkan diri untuk makan siang di Pasar Gedhe hardjonagoro di Surakarta. Di pasar tersebut, Megawati menyantap makanan berupa nasi kare dan dawet selasih dengan disertai rombongan, diantaranya Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Walikota Surakarta Joko Widodo dan Wakil Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, beserta putrinya Puan Maharani.

Selanjutnya, Megawati akan melakukan perjalanan udara ke Semarang untuk mengikuti kegiatan kampanye di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

AHMAD RAFIQ