Topik
Dekan FISIP UI: Pernyataan Andi Mallarangeng Multiinterpretasi
TEMPO Interaktif, Depok - Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Bambang Shergi Laksmono, mengimbau masyarakat jangan terlalu sensitif menilai pernyataan juru bicara presiden, Andi Mallarangeng. Pasalnya pernyataan Andi adalah sesuatu yang multiinterpretatif.
“Bagi orang yang halus membacanya, bukan saatnya menjadi presiden bukan berarti tidak boleh sama sekali,” ujar Bambang kepada wartawan di Balai Sidang UI, Sabtu (4/7).
Meski demikian, Bambang menyayangkan pernyataan tersebut keluar dalam kampanye. Apalagi, ia menilai selama ini tim kampenye Susilo Bambang Yudhoyono berusaha untuk menggulirkan citra kesantunan dan kerendahan hati. Ia menambahkan, pernyataan tersebut dapat menjadi celah bagi lawan untuk mendiskreditkan tim kampanye Yudhoyono.
“Pernyataan itu dapat mengurangi simpati masyarakat kepada SBY,” ujar dia. Oleh karena itu, Bambang menganggap Andi harus segera mengklarifikasi guna menyatakan maksud yang sebenarnya.
Kasus ini mencuat ketika Andi Mallarangeng memberikan pernyataan yang mediskreditkan suku bangsa tertentu dengan menyebutkan belum saatnya orang Sulawesi Selatan menjadi presiden.
TIA HAPSARI

Web via