Kampanye Lewat Pesan Pendek Sulit Diawasi

TEMPO Interaktif, Jakarta - Anggota Komisi Pemilihan yang mengepalai Kelompok Kerja Kampanye, I Gusti Putu Artha mengakui masih ada celah yang bisa dimanfaatkan calon presiden dan tim kampanye mereka saat masa tenang. Celah tersebut di antaranya kampanye lewat pesan pendek.

“Kampanye melalui pesan singkat sulit diawasi,” kata Putu Artha, Sabtu (4/7).

Pada Minggu besok, masa tenang pemilihan presiden dimulai. Calon presiden dan tim kampanyenya dilarang mengadakan pertemuan yang bersifat mengerahkan massa maupun iklan melalui media massa.

Masa tenang berlaku mulai Ahad (5/7) hingga Selasa (7/7). Larangan juga berlaku untuk organisasi sayap partai atau lembaga survei. Misalnya, iklan yang berisi pemilihan presiden bisa satu putaran.

PRAMONO