Kereta Prambanan Ekspres Hantam Mini Bus, 11 Tewas

TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Kecelakaan maut kembali terjadi di lintasan kereta api Mbah Ruwet, Ceper, Klaten, Jawa Tengah. Kereta Rel Diesel Prambanan Ekspres 759 jurusan Surakarta-Yogyakarta menghantam minibus di perlintasan tersebut.

Akibatnya, minibus ringsek, 11 penumpang tewas, dan 10 lainnya luka berat. Kecelalaan maut tersebut terjadi pada pukul 10.35 WIB. Minibus tersebut membawa rombongan yang akan menghadiri hajatan di dusun Sragon, Desa Mlese, kecamatan Trucuk, kabupaten Klaten.

“Para korban dibawa ke Rumah Sakit Suraji Trirto Negoro Tegalyoso dan Rumah Sakit Islam Klaten,” kata Eko Budiyanto, juru bicara PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta, Minggu (5/7).

Ia nenuturkan, lintasan kereta api Mbah Ruwet merupakan lintasan liar yang tidak dikelola oleh PT Kereta Api. Sehingga tidak ada penjaga pintu palang kereta api. Saat kereta api Prambanan Ekspres melintas, sebuah mini bus berpelat nomor AD 1444 BE yang penuh penumpang juga melintasi lintasan kereta api tersebut. Saat ini satu gerbong kereta api Prameks masih berada di lokasi karena dua as roda gerbong tersebut anjlok dari rel.

Menurut dokter jaga di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Islam Klaten, Sri Berlianti, para korban yang dibawa ke rumah sakit tersebut sebanyak 12 korban. Dua di antaranya meninggal dunia dan sepuluh lainnya dalam kondisi kritis. Menurut keterangan dia, kondisi tubuh korban sangat mengenaskan. Ada yang patah tulang kaki dan tangan hingga tulangnya kelihatan (tulang terbuka), ada juga yang kepalanya retak.

“Korban yang dibawa ke sini (Rumah Sakit Islam Klaten) 12 orang, yang meninggal dibawa ke Rumah Sakit Tegalyoso Klaten,” kata Berlianti.

Sebelas korban tewas semuanya dibawa ke Rumah Sakit Suraji Trirto Negoro Tegalyoso Klaten. Menurut Totok Subagyo, salah satu penjaga keamanan di Suraji Trirto Negoro, para korban tewas sudah bisa didentifikasi. Nama-nama korban tewas adalah: Wahyuni (15), Sumiyati, Trio (11), Wagiyem (50), Painem (60), Tinem (55), Siswo Sumarto (60), Nur Laila (40),  Tumiyem (40), Budi (39), Legiyem (60).

“Semua beralamatkan Bronto, Janti, Sumberlawang, Saragen Jawa Tengah,” kata Totok.

MUH SYAIFULLAH