Pemerintah Tidak Akan Cabut Free Trade Zone Batam
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah tidak akan menguji ulang penerapan Kawasan Perdagangan Bebas Batam, Bintan dan Karimun (FTZ BBK). Soalnya, penerapan kawasan istimewa itu penting untuk meningkatkan investasi asing ke kawasan tersebut.
"FTZ penting untuk meningkatkan produksi ekonomi ," ujarnya kepada Tempo di sela meninjau Pasar Glodok, Jakarta Sabtu (4/7).
Sebelumnya sumber Tempo di Bea dan Cukai mengatakan tingkat penyeludupan dari Singapura ke Batam meningkat setelah adanya penerapan FTZ tersebut. Menurut Mari, pelaksanaan FTZ tidak boleh dihentikan hanya karena adanya kekhawatiran penyeludupan.
"Tidak akan diuji ulang," tegasnya. Mari menekankan penyeludupan merupakan masalah pengawasan impor dilakukan oleh pemerintah daerah dan badan pengusaha. "Aturannya jelas, ini lebih masalah pengawasan impor dan penyeludupan," tambahnya.
VENNIE MELYANI





