Topik
Infografis
Distribusi Logistik Pemilu Dikawal Polisi Bersenjata
TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Logistik pemilihan presiden mulai didistribusikan ke kecamatan se-Daerah Istimewa Yogyakarta mulai pukul 08.00 pagi tadi. Setiap truk yang mengawal distribusi surat suara, tinta, formulir, serta keperluan pencontrengan dijaga ketat oleh dua orang polisi bersenjata.
“Satu truk dikawal dua polisi dengan senjata lengkap,” kata Kepala satuan Samapta Polisi Kota Besar Yogyakarta, Komisaris Polisi Suwandi kepada Tempo di kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Yogyakarta, Minggu (5/7).
Ketatnya pengawalan, karena prosedur tetap yang diterapkan oleh polisi. Terlebih, logistik Pemilu Presiden sangat krusial bagi penyelenggaran Pemilu di DIY. Truk-truk pengantar logistik itu mengambil logistik di Jalan gamping, gudang penyimpanan logistik.
Suwandi menyebut ribuan polisi dikerahkan untuk pengawalan logistik ini. Namun soal angka persisnya, dia mengaku lupa.
Sejak hari ini, kata Suwandi, satu batalyon pasukan Brimob mulai ditempatkan di titik-titik krusial wilayah Yogyakarta. Kantor Komisi Provinsi, mulai hari ini juga dijaga ketat oleh satu pleton polisi dari Poltabes. Sementara Polda Yogyakarta mulai menerjunkan dua kompi pasukan yang disebar di wilayah strategis. “Setiap Polsek di seluruh DIY juga disiap siagakan,” ujar Suwandi.
Terpisah anggota Komisi Pemilihan Umum, Sapardiyono mengatakan semua logistik pemilih baik penyelenggaranya dari pusat maupun provinsi sudah siap 100 persen. “Semua kekurangan tinta, template, surat suara yang sebelumnya kurang juga sudah datang. Semua logistik siap 100 persen,” kata Sapardiyono, Minggu (5/7).
Semua logistik pemilu tersebut, kata Sapardiyono, paling lambat sehari sebelumnya sudah harus sampai di Tempat Pemungutan Suara. Selain mendistribusikan surat suara, Komisi Kabupaten/Kota juga akan mendistribusikan buku pintar Pilpres 2009 ke 8.049 Tempat Pemungutan Suara.
BERNADA RURIT
