Topik
Di Yogya, Tinta Pemilu Langsung Luntur Karena Pemutih
TEMPO Interaktif, YOGYAKARTA - Tinta pemilihan presiden kali kualitasnya patut dipertanyakan. Di sejumlah Tempat Pemungutan Suara di Yogyakarta, tinta yang dipakai sebagai penanda setelah memilih, cepat hilang begitu disepuh pemutih pakaian.
Pengalaman ini langsung dialami Tempo, sesaat usai mencontreng di Tempat Pemungutan Suara Samirono, Sleman. Mula-mula, jari kanan yang sudah dilumuri tinta itu, dimasukkan dalam by clean yang dituangkan pada sebuah tutup botol.
Sekali celup, tinta langsung luntur. Celupan kedua, dengan sedikit gosokan, tinta pemilu sudah raib, sama seperti sesaat sebelum mencoblos. Dengan temuan ini, bukan tidak mungkin, orang yang memiliki niat baik,misalnya tercantum dalam beberapa DPT bisa memilih ganda.
Padahal tak semua petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tertib memeriksa pemilih yang hadir. Tempo sendiri, lolos dari pemeriksaan.
Atas temuan ini, Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi DIY, Sapardiyono, mengaku belum tahu soal lunturnya tinta yang di by clean ini. “Kami tidak pernah mencoba untuk sesuatu yang dilarang,” kata Sapardiyono. Ibarat seseorang yang memiliki rumah, meskipun ada kunci, kalau ada niat seseorang untuk mencuri, maka tetap saja rumah itu akan kecurian.
Dengan tegas dia mengingatkan bahwa tindakan memilih ganda merupakan tindakan pidana. “Ada sanksinya, kalau mau mengambil resiko dipidana silahkan saja,” kata dia.
BERNADA RURIT
