Semburan Gas di Siring Barat, Pohon Palem Tersedot

TEMPO Interaktif, Sidoarjo - Kondisi Desa Siring Barat RW 3/RT 1, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, semakin memprihatinkan. Hal itu tampak dari kondisi tanah di sekitar titik semburan gas yang semakin turun. 

"Kemarin sore saja pohon palem di sekitar semburan ambles tersedot semburan yang menggerus lapisan tanah atas," kata Edi S, Staf Divisi Gas, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo, Minggu (12/7).

Menurut Edi, kemarin sore, sekitar pukul 16.30 WIB, pohon palem yang berada di pinggir titik semburan berputar-putar ambles masuk ke dalam tanah. Melihat kondisi seperti itu Badan Penanggulangan Lumpur Sidoaro langsung meninjau lokasi. Alhasil, pohon palem sudah masuk tanah dan tinggal dahannya saja yang kelihatan.

Lumpur yang menyembur sejak Jumat, 26 Juni, lalu itu gerusannya terlihat mulai melebar memakan bibir tanah di sekitar area, yang semula tidak seberapa besar. Akibatnya, retakan demi retakkan muncul di rumah Okki Andrianto, pemilik rumah yang menjadi lokasi titik semburan.

"Lihat saja, kondisi tanah yang turun, membuat tembok pagar rumah miring," kata dia.

Semburan yang melebar juga mengakibatkan kadar gas metan yang terkandung dalam materi semburan meningkat diatas 100 persen. Hal itu tampak dari alat detektor yang dibawa Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo. Dari jarak 20 meter, kadar gas langsung terdeteksi. Artinya, udara di sekitar semburan rawan terjadi kebakaran.

Oleh sebab itu, saat ini di area sekitar semburan di rumah Okky dijaga ketat petugas. Garis pembatas dipasang dalam jarak 20 meter dari titik semburan. "Dalam radius itu jangan sampai ada warga yang menyalakan rokok. Terpicu api sedikit saja, semburan langsung akan terbakar," terang dia.

MUHAMMAD TAUFIK