Rumah Tahanan Pondok Bambu Ditata Ulang

TEMPO Interaktif, Jakarta - Penghuni Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, kini ditata ulang. Akibatnya, pembesuk tahanan tidak dizinkan masuk.

Menurut Komandan Keamanan I Supranto, pihaknya sedang menata Rutan. "Kami sedang menata kuota kamar," kata dia ketika dihubungi, Senin (13/7).

Menurut Supranto, kapasitas rutan itu idealnya 504 orang. Sebelum rusuh kemarin, ada 1.454 orang penghuni, yang terdiri dari napi dan tahanan titipan. Akibat kerusuhan kemarin, untuk sementara pembesuk tak diizinkan masuk. Jumlah penjaga kini mencapai 13 petugas keamanan Rutan dan 25 dari Pengamanan Regu.

Menurut Purwanti, 45 tahun, salah satu pembesuk, dia dan rekan-rekannya tak diizinkan masuk membesuk keponakannya. "Katanya gara-gara rusuh kemarin," kata perempuan dari Tangerang ini. Purwanti terpaksa cuma memberikan makanan buat keponakannya, yang dititipkan petugas.

Biasanya, kata Ani, 31 tahun, pembesuk lainnya, kunjungan dibagi dua sesi, pukul 09.00-12.00 dan 14.30-16.00. "Saya dari pagi nunggu, sesi dua juga tak dibuka," kata dia.

Ani juga terpaksa menunggu hinga sore ini. Dari pantauan Tempo di Rutan, pintu gerbang depan tertutup rapat. Para pembesuk hanya masuk sampai di pintu depan, guna menyerahkan makanan. 

Ahad kemarin, penghuni Rutan Pondok Bambu tawuran. Dika, seorang tahanan dilarikan ke RS Polri karena luka. Sebanyak 104 penghuni yang berpotensi menimbulkan keributan dipindah ke Lembaga Pemasyarakatan Cipinang dan Rutan Salemba. Kini, kata Supranto, kondisi sudah terkendali.

NUR ROCHMI