Menuai Protes, Pembangunan Patung Sultan Banten Dilanjutkan

TEMPO Interaktif, Pamulang - Pemerintah Kota Tangerang Selatan tetap melanjutkan pembangunan patung Sultan Banten, Maulana Hasanudin, di bundaran Pamulang meski ada keberatan dan penolakan dari berbagai pihak.

"Tetap dilanjutkan," ujar Asisten Daerah I Bidang Pembangunan Kota Tangerang Selatan, Ahadi, Selasa (14/7).

Ahadi mengakui jika rencana pembangunan patung pahlawan nasional tersebut mengundang reaksi pro dan kontra dari berbagai elemen warga Tangerang Selatan.

"Beda pendapat tidak apa-apa, namanya demokrasi," ujarnya. Terlepas dari setuju dan tidaknya masyarakat, Ahadi mengatakan pemerintah daerah punya pertimbangan sendiri dalam pembuatan patung tersebut.

Menurut Ahadi, pembangunan patung Maulana Hasanudin dipilih untuk mengambil semangat perjuangan dan mengenang jasa Sultan Hasanudin yang menyebarkan agama Islam dan memperjuangkan kemerdekaan di wilayah Banten. "Bukan untuk mengkultuskan budaya," katanya.

Selain itu, ia menambahkan, Sultan Hasanudin sudah diakui kepahlawanannya dan terdaftar dalam jajaran pahlawan nasional di negara ini. "Kalau pahlawan lokal versi masyarakat memang banyak, tapi kebanyakan belum diakui legalitasnya oleh negara," kata Ahadi.

Patung Sultan Hasanudin yang terbuat dari perunggu dengan tinggi 7 meter tetap akan dibangun di bundaran Pamulang sebagai salah satu bagian dari isi taman kota di jantung Kota Tangerang Selatan. Nantinya patung itu akan berada di dalam taman yang dilengkapi dengan air mancurnya. "Taman kota dalam nuansa Islami," kata Ahadi.

Sebelumnya, berbagai elemen masyarakat Tangerang Selatan keberatan dan menolak pembangunan patung Sultan Hasanudin yang akan dibangun di pusat kota itu dengan dana Rp 2,5 miliar. Mereka menilai sosok tersebut tidak sesuai dengan karateristik masyarakat Tangerang Selatan yang sebagian besar beradat Betawi.

JONIANSYAH