Penembakan Papua, Polisi Tepis Rivalitas dengan TNI

TEMPO Interaktif, Jakarta - Polisi menepis dugaan persaingan dengan Tentara Nasional Indonesia untuk pengamanan Papua, terutama PT Freeport Indonesia. Polisi masih menyelidiki pelaku dan motif penembakan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Divisi Humas Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Inspektur Jenderal Nanan Soekarna, mengatakan polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Ia menolak menjawab soal dugaan persaingan polisi dan TNI di Papua.

"Jangan berandai-andai dan jangan berspekulasi," kata Nanan melalui sambungan telepon, Jakarta, Rabu (15/7). "Kita lihat nanti hasil penyelidikan."

Wakil Humas Brigadir Jenderal Sulistyo Ishak juga menyatakan hal yang sama. Sulistyo mengatakan polisi belum bisa memastikan siapa pelaku penembakan tersebut. "Kami juga belum tau motifnya apa," kata dia.

Sulistyo membantah adanya rivalitas antara polisi dan tentara soal pengamanan di Papua. "Saya tidak melihat ke arah sana. Kasus ini berkaitan dengan gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata," kata dia.

Tempo mencoba menghubungi Kepala Pusat Penerangan TNI, Marsekal Muda Sagom Tamboen. Berkali-kali dihubungi ke telepon selulernya, tak ada tanggapan. 

Pada Rabu siang, dua anggota Brigade Mobil tertembak di Mile 54 Timika, Papua. Ini merupakan aksi kekerasan kesekian kali dalam lima hari terakhir.

TITO SIANIPAR