Topik
Orang Tua Murid di Depok Keluhkan Biaya Buku Pelajaran
TEMPO Interaktif, Depok - Sejumlah orang tua murid di SDN Cipayung 1, Jalan Bonang Raya 15, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, mengeluhkan biaya buku pelajaran yang mahal.
Nursidah, 39 tahun, warga Kampung Benda, Cipayung, mengaku harus mengeluarkan biaya hingga Rp 400 ribu untuk membeli satu paket buku untuk anaknya yang duduk di kelas 2. Satu paket terdiri dari 11 buku pelajaran dan Lembar Kerja siswa (LKS).
Padahal, ia pernah mendengar dari temannya jika harga buku di SD lain nominalnya tidak setinggi itu. “Ada orang tua murid yang anaknya di SD Cipayung 2 hanya bayar 150 ribu untuk satu paketnya,” jelas Nursidah kepada Tempo di halaman sekolah, Kamis (16/7).
Ia juga mengeluh pengambilan buku pelajaran yang harus dilakukan di rumah guru Tata Usaha (TU). Selain itu, pihak sekolah juga tidak pernah memberitahu nama penerbit buku-buku tersebut. “Kalau kita tahu penerbitnya, kita kan bisa beli di luar,” ujar dia.
Sementara itu, salah seorang orang tua murid yang enggan menyebutkan namanya mengatakan jika tahun lalu ia sempat mendengar ada kejadian anak yang tidak mendapatkan nilai karena tidak menggunakan buku dari sekolah.
Kepala sekolah SDN Cipayung 1, Royadi, membantah jika pihak sekolah memaksa orang tua murid untuk memebli buku ke sekolah. “Kita tidak pernah menjual buku ataupun memaksa. Kita hanya mengarahkan mereka,” jelas dia.
Mengenai harga jual buku yang mahal, ia mengatakan akan segera melakukan koordinasi dengan distributor buku terkait hal tersebut.
Ia juga menampik keras anggapan jika ada murid yang tidak diberi nilai karena tidak membeli buku di sekolah. “Nilai tidak ada hubungannya dengan buku,” jelas dia tegas.
Sementara itu guru TU, Ade Ernawati, mengatakan jika buku yang diambil ke rumahnya adalah buku pesanan para orang tua murid. “Beberapa orang tua murid itu repot kalau harus ke toko buku, jadinya minta pesenen ke saya,” ujar dia.
TIA HAPSARI