Topik
Akses Antarkawasan Industri di Bekasi Belum Tersambung
TEMPO Interaktif, Bekasi - Pembangunan akses jalan dan jembatan penghubung antarkawasan industri di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, belum semuanya tersambung.
Direktur PT Jababeka Tbk Hyanto Wihadhi, salah satu perusahaan pengelola kawasan industri terbesar di Bekasi, mengatakan saat ini masih pengerjaan proyek pembangunan tahap I dan II.
Tahap I adalah jembatan penghubung antara Jababeka dengan Lippo Cikarang yang melintas di atas Kali Malang. Panjang jembatan sekitar 50 meter, mulai dari jembatan layang di depan pintu tol Cikarang Barat di kilometer (KM) 31 sampai jalan raya antara Jababeka 1 dan 2.
Proyek lain adalah, pelebaran jalan raya dari Jababeka ke arah Tegal Danas. Jalan tersebut awalnya satu arah dibuat dua arah, panjangnya sekitar tige kolometer.
Sementara tahap II, pembangunan jalan dan jembatan yang menghubungkan kawasan Lippo Cikarang, Ejip, dengan kawasan MM 2100. Akses tersebut belum juga tersambung. Biaya pembangunannya ditanggung bersama-sama ketiga pengelola kawasan itu, dan pemerintah daerah Kabupaten Bekasi. "Sedang dikerjakan," kata Hyanto, kepada Tempo, Kamis (16/7).
Agenda pembangunan akses jalan dan jembatan ini rencananya dilakukan secara bertahap, sampai menghubungkan tujuh kawasan di Kabupaten Bekasi: Jababeka, Lippo Cikarang, Bekasi Fajar, Megalopolis Manunggal, Ejip, Deltamas, dan kawasan Hyundai Inti Development. Jumlah keseluruhan perusahaan sekitar 2.800 perusahaan besar maupun kecil.
Sementara itu, Juru bicara PT Jasa Marga Zuhdi Saragih mengatakan belum mengetahui rencana pembukaan akses tol langsung dari ruas Jakarta-Cikampek dengan kawasan industri di Kabupaten Bekasi.
Prosedur pembukaan akses tol langsung itu, kata Zuhdi, harus izin lebih dulu ke Departemen Pekerjaan Umum. "Belum ada pembukaan pintu tol langsung ke Jakarta-Cikampek," kata dia.
HAMLUDDIN





