Infografis
Presiden: Ada yang Ingin SBY Tidak Dilantik
TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menuding ledakan bom di Hotel JW Marriote dan Ritz Carlton yang terjadi Jumat (17/7) pagi tadi dilakukan oleh kelompok teroris. Menurut dia, pemboman tersebut bisa jadi terkait hasil pemilihan umum.
“Meski belum tentu kelompok teroris yang dikenal selama ini,” kata Yudhoyono dalam konferensi pers yang ditayangkan stasiun televisi. “Saat ini ada segelintir orang di negeri ini yang tertawa puas, bersorak dalam hati, tertawa dalam angkara murka.”
Yudhoyono mengaku telah mendapat informasi dari intelijen bahwa ada kegiatan kelompok teroris yang menjadikan foto dirinya sebagai sasaran tembak. “Ini bukan fitnah. Ini bukan isu,” kata dia sambil menujukkan foto dirinya yang jadi target latihan tembak.
Dia juga menuturkan, telah mendengar informasi bahwa ada rencana dari kelompok tertentu untuk melakukan kekerasan berkaitan dengan hasil pemilihan umum. “Ada pernyataan bahwa ada revolusi jika SBY menang, ada pernyataan bahwa SBY tidak boleh dilantik,” ujarnya.
Ledakan terjadi di dua titik di Mega Kuningan sekitar pukul 07.55 WIB. Letupan pertama menghajar JW Marriott dan diikuti ledakan di Ritz Carlton, dua hotel terkemuka di Jakarta. Hingga kini belum diketahui pasti penyebab ledakan.
Hingga saat ini korban yang meninggal berjumlah sembilan orang. Korban yang meninggal di lokasi ledakan ada delapan orang, yakni di Hotel JW Marriott sebanyak enam orang dan Hotel Ritz Carlton dua orang.
"Satu orang meninggal di Rumah Sakit Medistra," kata Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Widodo Adi Sucipto di lokasi kejadian. Di samping kesembilan korban meninggal ledakan juga menyebabkan 42 orang lainnya luka-luka.
Indonesia setiap tahun dihajar ledakan bom mulai dari 1999 hingga 2005 yang menelan korban 280 orang tewas. Jaringan teroris Asia Tenggara Jemaah Islamiyah dituding sebagai otak di belakang ledakan bom yang terjadi di JW Marriott pada 2003 yang membunuh 12 orang.
Sebuah bom meledak di luar kompleks Kedutaan Besar Australia pada 2004 yang merenggut sembilan nyawa. Pada 2002 serangan bom yang menerjang Bali membunuh 202 orang, 88 di antaranya berbangsa Australia.
ANTON SEPTIAN






Web via