Limbah Surat Suara Pemilu Legislatif Jawa Barat 2000 ton

TEMPO Interaktif, BANDUNG - Limbah surat suara pemilihan legislatif di Jawa Barat diperkirakan berjumlah 2 ribu ton. “Itu termasuk surat suara yang digunakan dan yang tidak digunakan,” kata Sekretaris KPU Jawa Barat Heri Suherman di Bandung, Jumat (17/7).

Dia mengatakan, seluruh surat suara itu tersebar di gudang-gudang milik KPU kabupaten/kota. Kepastian untuk melelang limbah surat suara itu sudah diterima pihaknya dari KPU.

Menurut Heri, dari surat yang diterimanya, KPU menentukan waktu pelelangan itu dilakukan setelah pelantikan anggota DPR, DPD, dan DPRD provinsi serta kabupaten/kota rampung. Namun, lanjutnya, teknis pelelangan itu masih ditunggunya. “Apakah dilakukan oleh KPU provinsi atau masing-masing kabupaten/kota,” katanya.

Dari semua logistik pemilu itu, akan disisakan sejumlah dokumen utnuk arsip. Di antaranya berita acara penghitungan suara serta contoh surat suara masing-masing wialyah pada pemilihan legislatif lalu sebagai arsip.

Tinggal tersisa, perlakuan untuk surat suara sisa pemilihan presiden. Jumlah seluruhnya diperkirakan mencapai 100 ton. “Surat suaranya lebih kecil,” katanya.

Namun, kemungkinan limbah surat suara pemilihan presiden itu akan dilelang juga. Jika demikian, paparnya, waktu pelelangan diperkirakan akan dilakukan bersamaan.

KPU kini masih menunggu kepastian soal limbah surat suara pemilihan gubernur serta pemilihan walikota/bupati yang sampai kini masih menumpuk di gudang-gudang milik KPU kabupaten/kota. Keputusan KPU besama Arsip Nasional ini, lanjutnya, akan memastikan perlakuan pada limbah surat suara pilkada itu.

Sebagian besar limbah surat suara pemilihan gubernur sudah banyak yang rusak karena terbatasnya tempat penyimpanannya, juga sudah busuk kena hujan. Meski begitu, KPU masih menunggu kepastian perlakuan limbah surat suara itu soalnya 2010 nanti rangkaian pilkada kabupaten/kota sudah dimulai.


AHMAD FIKRI