Tetangga Baridin Emoh Kampungnya Disebut Kampung Teroris

TEMPO Interaktif, Cilacap - Tragedi peledakan bom Ritz Carlton dan JW Marriott membawa trauma tersendiri bagi warga Desa Pasuruhan Kecamatan Binangun Cilacap. Mereka mengaku terganggu dengan tudingan bahwa kampungnya merupakan kampung teroris.

“Kami sebenarnya juga mengutuk aksi pemboman itu,” kata Slamet, 40 tahun, warga Desa Pasuruhan yang rumahnya tepat berada di depan rumah Bahrudin Latif alias Bahridin.

Bahridin sendiri keberadaannya sampai saat ini belum diketahui. Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri pada Selasa (14/7) lalu menemukan dua buah bom rakitan beserta bahan peledak lainnya di belakang rumah Bahridin. Belakangan, polisi mengidentifikasi bom tersebut mirip dengan yang diledakan di Carlton-Marriott.

Aris Kristiono, Ketua RW VI desa Pasuruhan mengatakan, sejak ada ledakan bom di Jakarta, warga setempat semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap orang asing. “Kami setiap hari ronda hingga pagi sambil bakar-bakar ubi,” kata Aris.

Aris mengatakan, warga setempat menjadi curiga dengan setiap kedatangan orang asing. Mereka takut, jika ada orang asing diotakutkan ada keterkaitan dengan jaringan terorisme.

Apalagi, kata dia, santer kabar beredar di kalangan mereka, kalau menantu Baridin yang saat ini masih dicari adalah Noordin M Top. “Memang sejak menikah kami tak pernah melihat mukanya,” imbuhnya.

Ia berharap polisi segera menangkap pelaku peledakan di Carlton-Marrioott. Selain itu, ia berharap nama baik desanya bisa pulih,”Bukan sebahai sarang teroris,” klatanya.

ARIS ANDRIANTO