Seorang tamu hotel Ritz-Carlton, Jakarta, berjalan meninggalkan hotel tersebut (18/7). Bom bunuh diri yang terjadi kemarin mengakibatkan 9 orang tewas dan sedikitnya 55 orang terluka. Foto: REUTERS/Supri
Topik
Infografis
Laskar Cewek Pelaku Bom Sudah Ngetren !
TEMPO Interaktif, Jakarta - Bom bunuh diri ternyata tak selalu pelakunya laki-laki. Tindakan nekat ini juga banyak dilakukan kaum Hawa, bahkan sebagian besar dari mereka masih berusia muda. Bom bunuh diri dengan pelaku perempuan terutama banyak terjadi di Palestina dan beberapa negara Arab lainnya.
Pada 27 Januari 2002, Wafa Idris, perempuan usia 28 tahun, meledakkan diri di sebuah restoran di Yerusalem. Akibat kejadian itu, dua orang tewas dan lebih dari 40 orang lainnya cedera. Wafa adalah perempuan pertama pelaku bom bunuh diri di Palestina. Dia bukanlah perempuan tak berpendidikan. Dia adalah seorang janda yang berprofesi sebagai paramedis.
Tak hanya Wafa. Pada hari yang sama, Darin Abu Aisyah, 21 tahun, juga menjadikan dirinya martir melawan tentara Israel. Mahasiswi Universitas Nablus, Tepi Barat, itu meledakkan diri di pos pemeriksaan di Tepi Barat. Lima orang cedera akibat peristiwa tersebut.
Selain Wafa dan Darin, sederet perempuan muda lain telah mengabdikan diri mereka sebagai martir dalam sejarah perjuangan Palestina. Bahkan perempuan-perempuan yang sebelumnya menyaksikan ayah, suami, dan keluarga mereka dibantai tentara Israel itu, oleh mantan pemimpin Palestina, Yasser Arafat, disebut sebagai Laskar Mawar.
Cerita perempuan terlibat dalam serangan bom bunuh diri tak terbatas sebagai martir. Di Bagdad, Irak, perekrut pelaku bom bunuh diri bahkan seorang perempuan. Dia adalah Samira Ahmad Jassin, 51 tahun. Samira, yang juga dikenal dengan sebutan Um al-Mumenin, yang artinya ibu orang-orang beriman, selama menjalankan tugasnya berhasil merekrut lebih dari 80 perempuan sebagai pelaku bom bunuh.
Seperti dilaporkan Press TV pada Februari lalu, Samira, yang saat ini mendekam di penjara Bagdad setelah tertangkap Januari lalu, mengaku tak hanya merekrut, tapi juga melatih dan membimbing para pelaku menuju target pengeboman.
Dia mengisahkan, sebelum meledakkan diri, para perempuan yang telah direkrut itu terlebih dulu dipersiapkan mentalnya untuk operasi kematian. Tahap berikutnya adalah mengirim mereka ke pelatihan teror di markas gerilyawan agar bisa melakukan tugasnya dengan baik. Tak berhenti di situ, Samira pulalah yang kemudian mengantar para pelaku menuju targetnya.
Dalam sebuah rekaman video, terlihat bagaimana Samira merayu para ibu agar melakukan aksi nekat itu. Menurut juru bicara militer Irak, Mayjen Qassim al-Musawi, Samira adalah dalang di balik 29 aksi bom bunuh diri di berbagai lokasi di Irak.
Para mawar itu direkrut terutama karena pengawasan terhadap mereka lebih longgar. Di Irak, tentara penjagaan, yang kebanyakan laki-laki, biasanya mengizinkan mereka melewati begitu saja pos penjagaan tanpa penggeledahan. Alasan lainnya, pakaian mereka yang seperti jubah lebih memudahkan penyembunyian bahan peledak.
Pada bom Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta Jumat lalu muncul spekulasi salah satu pelakunya seorang wanita. Polisi masih menyelidiki serpihan tubuh yang paling terkoyak ledakan. Diduga tubuh yang berantakan itu ada ciri-cirinya bagian tubuh wanita adalah pelaku bom di Ritz Carlton, yang meledak hanya beberapa menit setelah gelegar di JW Marriott.
BBC | PRESS TV | SUNARIAH
Web via