foto

TEMPO/Imam Sukamto

Bukan Rumah Mertua

TEMPO Interaktif, Jakarta -http://image.tempointeraktif.com/?id=14371

Kolam renang versi Ferdi, bukan asal mentereng atau mengambil ruang mubazir."Bisa sebagai daya tarik, kendati tidak selalu dipakai berenang. Ada pemandangan indah dari sisi ruangan manapun," kata Ferdi di sela acara bincang solusi membangun dan merenovasi rumah impian, produsen semen instan MU beberapa waktu.

Pada 2007, Ferdi merealisasikan impian memiliki rumah kedua. "Ini termasuk rumah idaman.Tak perlu besar, tapi ada manajemen ruangan," ujar pemilik rumah di kawasan Kebun Jeruk ini.

Tapi perjalanan punya rumah kedua, lumayan berliku. Ferdi stres karena pembangunan rumah selama dua tahun, mandeg sampai enam bulan. Ada masalah desain, sehingga harus diambil alih arsitek lain."Biaya bengkak sampai 85 persen. Ada belasan tukang datang tiap hari minta biaya. Uang terkuras,"jelas peraih pembawa acara favorit Panasonic Award 2002 dan 2003 ini. Untungnya, ia menemukan solusi memilih media bangunan. “Harga tepat, tidak naik turun,” kata suami Safina ini.


Alhasil, tercapailah impiannya memiliki rumah bergaya resort tropis, seluas 1200 m 2. Ciri khasnya, memiliki banyak jendela. Ada 60 jendela. Satu hal lagi, rumah tiada berarti bila jauh dari rumah mertua. "Harus berdekatan.Itu syarat mutlak,"ujarnya sambil tertawa. Kalau mau punya rumah ketiga? "Bolehlah, nanti dipikirkan, mungkin di daerah Kebayoran Baru,"pungkas Ferdi. Kali ini, Ferdi punya otoritas sendiri.

EVIETA