Menteri Minta BUMN Diprioritaskan Beli Saham Newmont

TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil meminta Departemen Keuangan memberikan prioritas kepada perusahaan negara untuk membeli saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara. "Kita akan mengirim surat resmi segera, kalau negara sudah mengambil supaya di berikan kepada BUMN," kata Sofyan di Hotel Mulia Jakarta, Rabu (22/07) malam.

Menurut dia, saat ini pembicaraan informal terus dilakukan Kementerian dengan perusahaan negara seperti PT Aneka Tambang Tbk (Antam) maupun Departemen Keuangan. Dalam pembicaraan itu, pihaknya meminta perusahaan pelat merah diberikan kesempatan mengambil saham Newmont kalau pemerintah tidak mengambilnya.

Sofyan melanjutkan, kalau perusahaan negara diberikan kesempatan, alternatif pembelian yang bisa dilakukan melalui mekanisme konsorsium antar perusahaan badan usaha milik negara maupun lewat pendanaan. "Bank sudah siap," ujarnya, menegaskan.

Pengadilan arbitrase di Swiss pada akhir Maret lalu memenangkan gugatan Indonesia terhadap Newmont. Perusahaan tambang emas dan tembaga Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat itu, harus mendivestasikan sahamnya dalam waktu 18 hari. Pemerintah pusat ditawarkan terlebih dulu untuk membeli saham. Jika pusat tidak menyanggupi, maka pemerintah daerah yang mendapat hak berikutnya.

Melalui konsorsium badan usaha milik daerah PT Daerah Maju Bersaing (DMB), pemerintah daerah setempat akhirnya menggandeng PT Multicapital (anak perusahaan Bumi Resources) untuk membeli saham Newmont. Maju Bersaing merupakan perusahaan daerah yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

PT Multi Capital adalah satu dari lima perusahaan yang turut mengincar kepemilikan 10 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Keharusan Newmont menjual sahamnya merupakan perintah arbitrase internasional pada akhir Maret lalu. Sepuluh persen itu senilai US$ 391 juta atau Rp 4,1 triliun, diserahkan ke pemerintah daerah tempat tambang Newmont berada.

EKO NOPIANSYAH