Topik
Petani Jawa Timur Diminta Tak Tergantung Pupuk Kimia
TEMPO Interaktif, Malang - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Rasiyo meminta petani untuk mandiri memproduksi pupuk organik dan tak bergantung terhadap pupuk kimia. Sebab, selama ini pasokan pupuk bersubsidi di Jawa Timur tak bisa memenuhi total kebutuhan para petani.
"Sehingga, saat musim tanam sering terjadi kelangkaan pupuk. Pasokan tak seimbang dengan kebutuhan," katanya dalam peringatan hari krida pertanian di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur, Karangploso Malang, Senin (27/7).
Ia menyebutkan, kebutuhan pupuk urea Jawa Timur sebanyak 1,5 juta ton hanya direalisasikan 1,3 juta ton, ZA kebutuhan 552 ribu ton dipasok 400 ribu ton, NPK kebutuhan petani 764 ribu ton dipasok 300 ribu ton, organik hanya diturunkan 900 ribu ton padahal kebutuhannya mencapai 1,7 juta ton. Data kebutuhan pupuk petani ini didasarkan rapat kelompok tani di setiap daerah.
Untuk itu, rencananya setiap kelompok tani akan diberikan bantuan Rp 50 juta untuk pengadaan mesin perajang kompos. Sehingga, ke depan petani bisa memproduksi pupuk organik yang berkualitas. Bantuan ini, kata Rasiyo, tak hanya bergantung kepada APBD provinsi Jatim.
Namun, juga akan dibantu melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Diperkirakan di Jawa Timur dana CSR yang dialokasikan perusahaan mencapai Rp 5 tiliun. "Baru bisa direalisasikan Rp 265 juta," jelasnya.
Selain itu, rencananya juga akan dibangun gudang penyimpanan hasil pertanian di setiap Kabupaten di Jawa Timur. Tujuannya, sebagai lumbung produk pertanian untuk menjaga stabilitas harga. Untuk mengantisipasi anjloknya harga produk pertanian saat panen raya. Gudang penyimpanan produk pertanian, mampu menyimpan hingga satu tahun.
Ia optimistis program Pemerintah Provinsi ini bisa meningkatkan produksi pertania. Ia menyebutkan selama ini, Jawa Timur dikenal sebagai lumbung pangan nasional dengan kehandalannya memproduksi aneka produk pertanian bermutu.
Diantaranya, dari produksi nasional padi sebnayak 60,7 juta ton Jawa Timur menyumbang 10,4 juta ton, produksi kedelai Jawa Timur 277 ribu ton dari total produksi nasional 761 ribu ton sedangkan produksi janggung sebanyak 5,6 juta ton dari produksi nasional 15,8 juta ton.
EKO WIDIANTO





