TEMPO/Nickmatulhuda
Topik
Arbi Sanit Usul Kantor Presiden dan Wakil Presiden Disatukan
TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta menggunakan hak prerogatifnya secara penuh dalam memilih anggota kabinet baru lima tahun mendatang. Kantor presiden dan wakil presiden pun diusulkan agar disatukan supaya tidak adalagi matahari kembar.Pengamat politik Arbi Sanit menilai perolehan suara yang besar dan dukungan parlemen yang kuat merupakan momentum yang tepat untuk menegakan sistem presidensial secara penuh.
"Hak prerogatif presiden tidak boleh ditawar lagi, sistem presidensial harus dijalankan sepenuhnya," kata Arbi saat dihubungi, Senin (27/7).
Dengan sistem tersebut, Wakil Presiden dan Menteri merupakan pembantu presiden. Ia pun mengusulkan agar kantor wakil presiden digabung dengan Istana. "Jangan lagi ada matahari kembar seperti sekarang ini," kata dia.
Yudhoyono juga diminta untuk tidak terbebani dengan koalisi saat pemilihan presiden. "Tidak boleh lagi ada jatah-jatahan," kata dia. Anggota kabinet yang berasal dari partai politik harus dikurangi dan porsi lebih besar harus diberikan ke kalangan profesional.
Komisi Pemilihan Umum sudah menetapkan hasil Pemilihan Presiden. Pasangan Yudhoyono-Boediono meraih suara terbanyak dengan 60,8 persen mengalahkan pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan duet Jusuf Kalla-Wiranto.
GUNANTO E S
Web via