Lembaga Asing Kucurkan Kredit Kecil untuk Korban Gempa

TEMPO Interaktif, Sleman - Sebanyak 13.000 usha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi korban gempa di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dibidik sebagai penerima kredit mikro dari lembaga-lembaga asing.

Program tersebut merupakan kerjasama antara Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan International Organization for Migration (IOM) dan Deutsche Gesellschaft fur Technische Zusammenarbeit (GTZ).

Jumlah kredit tersebut mencapai US$ 16 juta atau sekitar Rp 160 miliar, meliputi US$ 10 juta atau Rp 100 miliar dari IOM dan US$ 6 juta atau Rp60 miliar dari GTZ. “Tapi baru 1.087 UMKM yang dicapai,” kata Johan Grundberg dari IOM di Prambanan, Jawa Tengah, Kamis (30/7).

Sebanyak 1.087 UMKM tersebut tersebar di Klaten, Sukoharjo, dan Boyolali. Dalam jangka pendek akan ada 1.000 UMKM yang akan dipilih dari proses seleksi untuk kawasan Jawa Tengah.

Sedangkan dalam jangka waktu hingga Mei 2010 dijadwalkan ada 18 desa yang menjadi fokus seleksi terhadap UMKM-UMKM untuk mendapatkan kredit mikro. “Sebanyak 18 desa itu meliputi 9 desa di Jawa Tengah dan 9 desa di Yogyakarta,” ucap Johan.

Selain pemberian kredit bagi usaha mikro, proyek untuk mempermudah akses keuangan bagi UMKM juga meliputi penggantian aset-aset UMKM yang rusak, merestrukturisasi pinjaman, serta memulihkan kapasitas, dan meningkatkan daya saing.

International Organization for Migration adalah lembaga antar-pemerintah yang berpusat di Jenewa, Swiss, dan bertujuan mengedepankan kerjasama internasional dalam menangani persoalan migrasi, dan membantu kebutuhan para migran, seperti menempatkan mereka sebagai pengungsi.

Deutsche Gesellschaft fur Technische Zusammenarbeit merupakan lembaga swasta yang dimiliki Pemerintah Federal Jerman. Lembaga ini mengkhususkan diri pada kerjasama teknik untuk pembangunan di sektor publik dan bermarkas Eschborn, Jerman.

PITO AGUSTIN RUDIANA