foto

Pantai Senggigi Lombok/TEMPO/Dimas Aryo



Pasca Bom Carlton-Marriott, Wisata Lombok Tak Terpengaruh  

TEMPO Interaktif, Mataram - Pasca teror ledakan bom di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton di Jakarta, Jumat(17/7) lalu, ternyata tidak menyurutkan minat pengusaha wisata dunia untuk memperluas pasarnya di Lombok. Lima kelompok pengusaha wisata diantaranya asal Monaco, Amerika Serikat, Turki, Perancis, Australia dijadwalkan akan datang ke Lombok, untuk melihat potensi wisata bagi bisnis kapal pesiar (cruise) yang dikelolanya.

Pelabuhan Lembar di Lombok Barat sebagai lokasi berlabuhnya kapal pesiar pun sudah mendapatkan pengakuan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code.

Kedatangan para pengusaha perjalanan kapal wisata tersebut, menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat Lalu Gita Aryadi, untuk melihat infrastruktur dan kesiapan daerah tujuan wisata. Mereka akan berada di Lombok selama tiga hari, dari 6-8 Agustus mendatang, untuk bertemu dengan Pemerintah Daerah dan melihat program paket wisata ke Gili Trawangan, city tour, termasuk kunjungan ke sentra kerajinan, museum dan sekolah kepariwisataan. Mereka juga akan mengobservasi hotel dan transportasi lokal. ‘’Kami harus berjuang mendapatkan paket cruise tersebut. Penumpangnya kan kalangan the have (orang kaya),’’ kata Gita, Jum’at (31/7) pagi. Biasanya, setiap kapal pesiar berlabuh akan membawa sekitar 500-900 penumpang wisata.

Untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Lombok dan Sumbawa, bahkan kini 20 persen dari kegiatan kepariwisataan dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Pusat, diarahkan ke Nusa Tenggara Barat. ‘’Ada tiga puluh kegiatan (Depbudpar yang akan)diselenggarakan di sini,’’ kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat Mahdi Muhammad.

Program lainnya yang diselenggarakan untuk menghidupkan kepariwisataan Lombok dan Sumbawa, juga pada Minggu (2/8) lusa, akan diselenggarakan Jobfair Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB yang akan memberikan pembekalan kepada calon Tenaga Kerja Indonesia asal NTB agar dapat membantu mengenalkan pariwisata Lombok di negara tempatnya bekerja.

SUPRIYANTHO KHAFID