Surakarta Belum Miliki Data Jumlah Wisatawan

TEMPO Interaktif, Surakart - Pemerintah Kota Surakarta hingga saat ini belum memiliki data jumlah wisatawan yang berkunjung di kota tersebut. Padahal, kota tersebut saat ini tengah memposisikan diri sebagai kota tujuan pariwisata di Jawa Tengah. “Setiap pelaku bisnis pariwisata sangat membutuhkan data tersebut,” kata Ketua II Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Tengah, Suseno Hadi Parwono. Bagi pelaku bisnis pariwisata, data tersebut dapat digunakan sebagai acuan dalam rencana kerja.

Hingga saat ini, lanjut Suseno, pelaku bisnis pariwisata masih terus menunggu itikad dari pemerintah untuk dapat membuat sistem guna menyusun data kepariwisataan. Hanya saja, dirinya memaklumi kesulitan pemerintah kota dalam menyusun data jumlah kunjungan wisatawan tersebut. “Parameter untuk menghitung jumlah kunjungan wisatawan di Surakarta memang sulit didapat,” kata Suseno. Berbeda dengan Pulau Bali misalnya, hanya ada dua pintu masuk bagi wisatawan yang berkunjung yaitu di pelabuhan dan bandara. Sedangkan di Surakarta, terdapat banyak pintu masuk melalui jalur darat.

Sedangkan Walikota Surakarta, Joko Widodo ketika ditemui membenarkan bahwa pihaknya hingga saat ini masih merasa kesulitan untuk mendata jumlah wisatawan yang berkunjung. Jumlah wisatawan selama ini baru dapat diperkirakan melalui tingkat okupansi hotel. “Tiga tahun yang lalu tingkat hunian hotel masih kurang dari 50 persen,” katanya. Sedangkan saat ini, tingkat okupansinya telah meningkat hingga 90 persen. Namun dirinya juga mengakui jika parameter tersebut masih kurang akurat. “Banyak wisatawan yang tidak menginap,” katanya.

Hanya saja dirinya berjanji akan terus melakukan serangkaian promosi pariwisata melalui berbagai event budaya yang digelar. “Pekan depan kita akan menyelenggarakan Solo International Performance Art 2009,” katanya. Dirinya yakin, kegiatan budaya tersebut mampu menyedot banyak wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.

AHMAD RAFIQ