Kunjungan Wistawan ke Festival Adat Enau Tak Sesuai Harapan

TEMPO Interaktif, Tenggarong, Kutai - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pesimis bisa mencapai target kunjungan wisatawan pada Festival Adat Erau Tempong Tawar 2009. Pasalnya, hingga dua hari menjelang berakhirnya pesta rakyat Kutai itu tak banyak turis yang datang.

"Bisa jadi karena peristiwa bom di Jakarta, dari 18 Duta Besar yang diundang hanya Duta Besar Arab Saudi yang datang ke Erau," kata Hamsi Hamzah, Kepala Seksi Pengembangan dan Pembangunan Seni di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabutapen Kutai Kartanegara,  hari ini.

Menurut dia, Festival Erau tahun ini pemerintah daerah mentargetkan kunjungan turis mendapai 100-200 orang. Namun hingga hari ini, tak banyak turis yang tampak menikmati festival adat rakyat Kutai Kartanegara.

Berbagai suguhan kesenian khas kesultanan Kutai telah dipertontonkan sejak dimulainya Erau. Festival Erau di Tenggarong digelar sejak Minggu pekan lalu hingga Senin mendatang dengan biaya dari pemerintah daerah sekitar Rp 1 miliar. Hari ini disuguhkan kesenian Kutai seperti Pekan Jaja' Gratis di Atas Gubang (jajanan gratis khas Kutai di atas perahu) dan lomba perahu ketinting di Sungai Mahakam.

Pada acara jaja' gratis di atas perahu, ratusan warga Tenggarong berebut berbagai jajanan khas Kutai yang dibagikan gratis oleh panitia. Acara ini digelar di Sungai Jembatan Besi Tenggarong.

Menurut Hamsi, Jaja' di Atas Gubang ini merupakan tradisi lama warga Tenggarong. Penjual jajanan khas Kutai menjajakan kepada warga dengan menggunakan perahu. Seiring kemajuan zaman, kata Hamsi, tradisi itu sekarang mulai pudar. "Kami berniat menghidupkan kembali tradisi itu," katanya.

Firman Hidayat