foto

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat menghadiri Rapat Paripurna Luar Biasa penyampaikan keterangan pemerintah atas RAPBN 2010 di DPR/MPR, Jakarta (3/8). Foto: ANTARA/Ismar Patrizki



RAPBN 2010: Pro Growth, Pro Poor, Pro Job

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah akan tetap melanjutkan kebijakan pembangunan yang pro growth (pro pertumbuhan), pro poor (pro kemiskinan) dan pro job (pro penciptaan lapangan kerja), dalam rencana pembangunan tahun anggaran 2010.

Demikian isi pidato yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didepan sidang Paripurna Luar Biasa Dewan Perwakilan Rakyat, Senin (3/8) pukul 10.00 pagi ini di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta.

Menurut presiden, rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara  2010, masih akan dipengaruhi faktor-faktor krisis ekonomi global. “Krisis ekonomi global saat ini masih berlangsung, dan akan mempengaruhi proyeksi kinerja ekonomi dunia, termasuk Indonesia pada tahun 2010,” ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Yudhoyono menghadiri sidang paripurna didampingi Wakil Presiden Yusuf Kalla, para menteri kabinet dan seluruh pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Penjagaan diluar gedung pertemuan tampak ketat dilakukan oleh personil keamanan dalam DPR, Polisi dan personil Tentara Nasional Indonesia. Didepan pintu masuk DPR, tampak sejumlah mahasiswa yang melakukan demonstrasi menuntut agar APBN 2010 berpihak kepada kesejahteraan rakyat.

Menurut Presiden, meskipun kondisi ekonomi global sedang sulit, yang juga mempengaruhi situasi di Indonesia, tetapi pemerintah yakin, dengan   menetapkan  langkah-langkah kebijakan yang responsif dengan disertai berbagai upaya dan kerja keras, pemerintah optimis akan berhasil mengelola perekonomian dan iklim usaha yang stabil dan baik. "Dengan begitu kesejahteraan rakyat dapat kita tingkatkan. Pembangunan nasional akan terus kita laksanakan untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, guna menurunkan tingkat kemiskinan dan menciptakan kesempatan kerja. Itulah kebijakan pembangunan yang saya namakan pro growth, pro poor, dan pro job yang menjadi prioritas utama kita," jelas Presiden.

WAHYUWANA