Bakrieland Terbitkan Obligasi untuk Modali Proyek Tol

TEMPO Interaktif, Depok - PT Bakrieland Development Tbk berniat menerbitkan obligasi senilai sekitar Rp 1 triliun. "Untuk melunasi pinjaman bank tahun ini, sehingga perbankan bisa mengucurkan lagi kreditnya," ujar Direktur Utama Bakrieland Hiramsyah Thaib di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (5/8).

Surat utang ini bakal dilansir perseroan pada triwulan keempat tahun ini atau awal tahun depan. Hiramsyah yakin obligasinya bakal diserap pasar. "Demand (permintaan) pasar masih bagus," kata Hiramsyah.

Namun, ia mengatakan rincian obligasi belum diputuskan. Jadi, Hiramsyah masih belum bisa menyebutkan besaran pasti surat utang itu, apakah berbentuk obligasi konvensional atau syariah.

Menurut dia, rasio utang terhadap modal Bakrieland tergolong paling rendah di antara jajaran perusahaan properti, yaitu baru 25 persen. Dengan begitu, jika rasio utang terhadap modal maksimal 1,5 kali, dengan modal sebesar RP 5 triliun, perseroan bisa meminjam hingga Rp 7,5 triliun.

Padahal sekarang utang Bakrieland hanya 25 persen terhadap modalnya. "Neraca kami masih mampu menyerap pinjaman bank dan obligasi sampai Rp 6 triliun lagi," tuturnya. Dana yang diperoleh perseroan bakal digunakan untuk mengembangkan proyek jalan tol dan properti yang sedang digarap Bakrieland.

BUNGA MANGGIASIH