Kredit Bank Swasta dan Asing Anjlok Rp 28,2 Triliun
TEMPO Interaktif, Bandung - Sepanjang semester pertama, jumlah pinjaman yang disalurkan bank swasta, asing, dan campuran berkurang Rp 28,2 triliun dibanding semester satu 2008. "Sebab mereka biasanya lebih banyak memberikan kredit korporasi, yang kebutuhannya kini sedang rendah karena turunnya penjualan dan produksi akibat imbas krisis global," kata Kepala Biro Stabilitas Sistem Keuangan Wimboh Santoso dalam lokakarya di Hotel Savoy Homann Bandung, Jumat (7/8).
Krisis menyebabkan daya beli masyarakat serta permintaan barang berkurang, sehingga produsen pun memangkas produksinya. Ujungnya, perusahaan tak perlu modal kerja sebanyak tahun lalu, yang mengakibatkan permintaan kredit ikut merosot.
Ia menyebutkan, pinjaman yang disalurkan bank swasta melorot Rp 7 triliun, kantor cabang bank asing jeblok Rp 13,8 triliun, dan bank campuran turun Rp 7,4 triliun. Total penurunan ketiga bank ini Rp 28,2 triliun.
Kondisi berbeda terlihat pada penyaluran kredit bank pelat merah dan bank pembangunan daerah. Jumlah kredit bank milik negara melesat Rp 41,2 triliun, sedangkan pinjaman yang diberikan bank pembangunan daerah bertambah Rp 14,1 triliun. "Dua jenis bank ini banyak membiayai usaha kecil dan menengah, yang tetap tumbuh baik di tengah krisis," tutur Wimboh.
Dia memperkirakan pertumbuhan kredit bank persero dan pembangunan daerah bakal mencapai jumlah serupa di semester kedua 2009. Adapun pinjaman dari bank swasta, asing, dan campuran ia harap bisa naik dan mencatatkan pertumbuhan positif.
BUNGA MANGGIASIH





