Ada Aliran Sempalan Islam Namatan Salat di NTB

TEMPO Interaktif, Mataram - Di Nusa Tenggara Barat (NTB) didapati adanya aliran sempalan Islam yang disebut Namatan Salat. Pengikutnya mengakui tidak lagi melaksanakan salat karena sebelumnya telah dianggap selesai. Aliran ini muncul sejak tahun 1970 hingga sekarang di berbagai daerah yaitu Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur dan bahkan di Sumbawa.

Namun kemunculannya tidak sampai menimbulkan konflik berkepanjangan karena tidak ada perbedaan aqidah seperti mengakui Al Qur’an dan Muhammad sebagai rasul.

Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama NTB Lalu Suhaimi Izmy mengatakan adanya aliran sempalan tersebut sewaktu menerima siswa Perwira Tinggi Reguler Sesko TNI 2009 yang dipimpin Direkturnya Brigjen TNI Sanga Made Wirata, di kantor Gubernur NTB, Senin (10/8) siang. ‘’Mereka itu aliran Namatan Salat tetap di dalam ajaran Islam. Tidak menyimpang dari aqidah,’’ katanya.

Menurutnya, tidak dilakukan inventarisasi jumlah pengikutnya yang menyatakan salatnya sudah sempurna namun tetap diupayakan didesak agar kembali ke ajaran yang benar. Namatan Salat yang tidak menyimpang sama sebagaimana faham Salafi tetapi yang terakhir ini melakukan ibadah secara eksklusif sehingga banyak dimasalahkan oleh masyarakat di sekitarnya.

Sebelumnya, Suhaimi Izmy juga mengatakan adanya perkawinan antar agama yang bisa menimbulkan konflik. Biasanya, kedua calon mempelai khususnya perempuan ditemui oleh keluarganya terlebih dahulu untuk dirundingkan. Apabila tidak berniat ya kembali kepada keluarganya. ‘’Perkawinan antar agama masih menimbulkan konflik,’’ ujarnya. Di Lombok juga ada tradisi perkawinan dengan cara membawa lari terlebih dahulu tanpa didadhului persetujuan orang tua.

SUPRIYANTHO KHAFID