Topik
Jasa Marga Usulkan Tarif Tol Naik Lagi
TEMPO Interaktif, BANDUNG - PT Jasa Marga mengusulkan kenaikan tarif 11 ruas jalan tol yang dioperasikannya. “Kisarannya 15 persen, tentunya pemerintah akan mengeluarkan satu keputusan menteri, detilnya di situ,” kata Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Okke Merlina di Bandung, Rabu (12/8).
Dalam UU Nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan serta PP Nomor 15/2005 disebutkan bahwa setiap 2 tahun sekali tarif tol akan disesuaikan berdasarkan inflasi. Penyesuaian tarif ini ditetapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum.
Okke mengatakan, usulan kenaikan tarif pihaknya, berdasarkan inflasi yang dihitung sejak Agustus 2007-Juli 2009. Namun, lanjutnya, kepastiannya menunggu keputusan Menteri PU berdasarkan angka inflasi real yang nantinya akan dikeluarkan BPS.
Pada periode sebelumnya kenaikan tarif tol mencapai 20 persenan. Kenaikan tarif mencapai besaran itu mengacu nilai inflasi periode sebelumnya yang dipicu oleh kenaikan BBM.
Jasa Marga berharap kepastian tarif tol baru bisa diperolehnya per 31 Agustus nanti. Masalahnya, pada tanggal yang sama 2 tahun lalu, pemerintah menaikkan tarif tol, termasuk 11 ruas jalan tol yang dikelola Jasa Marga. “Kalau kita lihat waktunya dua tahun yang lalu itu berbarengan, tentunya kami berharap berarengan juga,” katanya.
Dari 13 jalan tol yang dikelola Jasa Marga, 11 ruas akan mengalami kenaikan tarif. Yakni jalan tol Jagorawi, Jakarta-Tanggerang, Tol Dalam Kota Jakarta, Pondok Aren-Ulujami, Padalarang-Cileunyi, Cipularang, Palimanan-Kanci, Belmera (Sumatera), Semarang, Surabaya-Gempol, JORR atau lingkar luar Jakarta. Dua ruas tol yang dikelola Jasa Marga yakni Cikampek dan Cengkareng sudah dinaikan tahun lalu.
Okke mengatakan, kenaikan tarif tol agar tidak menjadi alasan menaikkan tarif angkutan barang atau jasa transportasi. Dia beralasan, pengaruh kenaikan tarif tol terhadap biaya angktuan barang dan jasa sangat kecil. Dengan asumsi kenaikan 15 persen, pengaruh terhadap biaya transportasi beras hanya Rp 1 per kilogram.
Dari 7 proyek ruas tol baru yang tengah digarap Jasa Marga, yang paling dekat bakal beroperasi adalah Bogor Ring Road Tahap Pertama (Sentul-Kedunghalang) sepanjang 3,8 kilometer, dari total ruas jalan tol itu yakni 11 kilometer. “Target kami sebelum Lebaran sudah beroperasi,” kata Okke.
Ruas baru yang tengah digarap itu adalah Bogor Ring Road (11 lilomter), Gempol-Pasuruan (32 kiloemter), JORR W2 North (7,7 kilometer), JORR2 Cengkareng-Kunciran (15,2 kilometer), JORR2 Kunciran-Serpong (11,2 kilometer) dan Surabaya-Mojokerto (36,3 kilometer). Di luar itu, papar Okke, Jasa Marga hanya akan menjajaki penambahan ruas tol baru dengan prioritas investasi di sekitar Jakarta atau bagian dari Trans Java. “Ruasnya belum bisa kami sampaikan,” katanya.
Sejumlah poroyek pelebaran jalan tol juga dikebut menjelang Lebaran tahun ini. Di antaranya, pelebaran ruas Karawang Timur-Dawuan (Tol Cikampek) khusus untuk antisipasi arus mudik menyusul rampungnya pelebaran ruas Cibitung-Dawuan. Seluruh pelebaran di tol itu sendiri ditargetkan rampung Desember 2009.
AHMAD FIKRI