Warga Ahmadiyah dan Non Ahmadiyah Bersatu di Manis Lor  

TEMPO Interaktif, Kuningan - Forum Bersatu Manis Lor (FBM) dibentuk di Desa Manis Lor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. Forum ini menyatukan masyarakat Ahmadiyah dan non Ahmadiyah di Desa Manis Lor dari segi ekonomi.

Menurut Ketua FBM, M Harun. mengungkapkan FBM ini bergerak di bidang-bidang ekonomi, seperti ternak sapi, pertanian dan lainnya. "Kami berkonsentrasi di bidang-bidang ekonomi kerakyatan," katanya.

Dijelaskan Harun, dibentukan forum ini tidak lain untuk mempersatukan masyarakat di Desa Manis Lor. "Seperti diketahui, selama ini Manis Lor terbagi-bagi, antara masyarakat Ahmadiyah dan non Ahmadiyah," katanya. Akibatnya seringkali terjadi kecurigaan diantara sesama mereka, padahal sebagian besar masyarakat di Manis Lor rata-rata masih memiliki hubungan kerabat.

Karenanya dibentuknya FBM ini. "Kami berharap dengan bersatu di bidang ekonomi, kecurigaan diantara kami bisa berkurang," katanya. Tidak hanya itu, diharapkan kerjasama di bidang ekonomi ini pun diharapkan bisa mempersatukan antara ahmadiyah dan non ahmadiyah di Desa Manis Lor. "Tapi kalau urusan agama, kami tidak ingin ikut campur," katanya.

Hikmah, warga Manis Lor yang merupakan penganut ahmadiyah mengungkapkan mereka menyambut baik kerja sama di bidang ekonomi ini. "Diharapkan ini bisa menjadi tonggak persatuan diantara kita, masyarakat Manis Lor," katanya.

Sementara itu Bupati Kuningan, Aang Hamid Suganda, menyatakan dirinya menyambut baik pembentukan FBM yang diprakarsai oleh masyarakat Manis Lor. "Kami sendiri berharap, forum ini bisa menjadi tonggak penyatu diantara masyarakat non ahmadiyah dan ahmadiyah," katanya.Pemkab Kuningan pun membantu forum itu sebagia modal awal sebesar Rp 300 juta. Aang pun berharap, kerja sama dibidang ekonomi ini pun bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat di Desa Manis Lor.

IVANSYAH