foto

www.21cineplex.com


Topik


Laskar pelangi, Iran, dan Sang Pemimpi

TEMPO Interaktif, Jakarta - Iran, negeri yang banyak menghasilkan film bermutu dengan bintang anak-anak, terpukau menyaksikan Laskar Pelangi. Film yang disutradarai oleh Riri Riza itu baru saja  memenangkan penghargaan The Golden Butterfly Award untuk kategori film terbaik di Internasional Festival of Films for Children and Young Adults di Hamedan, Iran.

"Senang rasanya, tapi sayang pihak kami tidak ada yang ke sana karena lagi syuting Sang Pemimpi," ujar Mira. Mira pun mengaku baru Selasa malam mendapat kabar dari direktur festival tentang kabar baik tersebut. "Riri saja belum tahu," ujarnya terkekeh.

Dalam kurun waktu dua tahun ini (2008-2009), Laskar Pelangi banyak meraih penghargaan. Pada Februari, awal tahun ini, film yang berkisah tentang anak-anak Bangka-Belitung ini berhasil menjadi nominasi kategori film terbaik di Berlin Internasional Film Festival 2009. Kemudian, di Asian Film 2009 di Hong Kong, editor film ini, W. Ichwandiardono, menjadi nominator untuk kategori editor terbaik dalam penghargaan.

Film yang berkisah perjuangan guru Muslimah dan 10 siswa di Belitung ini turut mengawali perhelatan Retrospektif Film Riri Riza di Praha, Republik Ceko, pada Mei lalu, yang diadakan Kedutaan Besar Indonesia di Ceko. Jiri Menzel, pemenang Piala Oscar dari Ceko, hadir dan ikut ikut menyaksikan film ini pada acara yang berlangsung di City Library Hall Praha itu.

Laskar Pelangi juga diputar dalam Singapore Internasional Film Festival 2009 dan di 11th Udine Far East Film Festival di Italia. Kemudian, di Barcelona Asian Film Festival 2009 di Spanyol dan Los Angeles Asia Pacific Film Festival 2009 di Amerika Serikat. Laskar Pelangi juga tayang di Jepang dalam acara Focus on Asia Fukuoka International Film Festival 2009. Adapun pada Oktober mendatang, di Pusan International Film Festival 2009, film ini ditunggu ditonton.

Sementara itu, di dalam negeri, film ini mampu menjadi deretan teratas pemecah box office. Jumlah penontonnya mampu mengalahkan film laris Ayat-ayat Cinta hingga lebih dari 4,5 juta orang penonton. Kesuksesan Laskar Pelangi membuat Riri Riza semakin bergairah menggarap film kelanjutannya.

Film sekuel berjudul Sang Pemimpi hampir selesai digarap. Di cerita pertama, banyak tokoh yang dikisahkan, sedangkan di seri kedua ini, tergarap lebih intens, dengan cerita yang mengerucut. "Karena karakternya lebih sedikit," ujar Riri.

Ia mengatakan bahwa Sang Pemimpi versi film bakal lebih kuat mengisahkan proses pencarian jati diri tiga tokoh sentral, yakni Haikal, Arai, dan Jimbron. "Kesulitannya harus memunculkan konflik pubertas mereka," katanya.

Banyak kejutan yang bakal tertuang dalam produksi terbaru Mira kali ini. Selain tetap mencari tokoh asli anak Belitung untuk peran Ikal, Arai, dan Jimbron saat remaja, Mira menyelipkan beberapa wajah populer untuk menyemarakkan filmnya.

Sebut saja Ariel "Peterpan" yang didaulat untuk berperan sebagai Arai dewasa dan penyanyi Nugie yang melakonkan sosok Bapak Balia, guru Arai, dan Ikal. Sedangkan pemain lama di Laskar Pelangi seperti Zulfani (Ikal kecil), Mathias Muchus (Ayah Ikal), Rieke Diyah Pitaloka (Ibu Ikal), dan Lukman Sardi (Ikal dewasa), tetap pada posisinya masing-masing. Untuk pemeran Ikal, Arai, dan Jimbron remaja, diperkenalkan anak asli Belitung, yaitu Vikri Septiawan, Ahmad Syaifullah, dan Azwir Fitrianto.

"Saya tetap mempertahankan figur asli anak Belitung karena memang di situ kekuatannya," ujar Mira. Syuting dari film ber-budget Rp 11 miliar ini membidik empat lokasi, yakni Manggar (Belitung Timur), Tanjung Pandan, Bogor, dan Jakarta (tepatnya di Senen). "Syutingnya insya Allah dua hari lagi selesai," ujar Mira. Film ini dijadwalkan akan memeriahkan penutupan akhir tahun pada ajang JIFFEST 2009 pada 4 Desember nanti. "Di acara itu, untuk pertama kalinya Sang Pemimpi diputar," ucapnya.

Mira tak ingin membidik target untuk Sang Pemimpi. "Tak mau menargetkan apa-apa dulu, yang penting optimistis lah," ujarnya. Namun, tentu Mira mengharapkan Sang Pemimpi bakal mengikuti jejak Laskar Pelangi yang telah menoreh sejumlah prestasi di festival-festival mancanegara.

AGUSLIA HIDAYAH