Baru Puasa Ketiga, Permintaan Kredit Mikro Melonjak

TEMPO Interaktif, Purwokerto - Memasuki bulan puasa, permintaan kredit usaha mikro oleh pedagang di Perum Pegadaian Purwokerto naik. Pedagang mengajukan kredit untuk memperkuat stok warungnya menjelang Lebaran. “Baru hari ketiga puasa permintaan kredit sudah melonjak hingga 70 persen,” kata Pemimpin Cabang Pegadaian Purwokerto, Mahmud Manaf, Selasa (25/8).

Dalam sehari ada permintaan kredit hingga Rp 100 juta. Padahal, di hari biasa permintaan kredit mikro hanya Rp 30 juta. Pemohon kredit kebanyakan berasal dari pedagang kaki lima, pemilik warung makan, dan pemilik warung lesehan. “Survei kami menyebutkan, mereka mulai membeli barang untuk stok warung menghadapi Lebaran,” ujar Mahmud.

Pedagang tersebut rata-rata mengajukan kredit Rp 5 juta. Biasanya hingga tiga hari menjelang Lebaran, permintaan kredit mikro akan tetap tinggi. Samsudi, 47 tahun, pedagang di Pasar Manis Purwokerto, mengatakan ia mengajukan kredit untuk menambah barang dagangannya.

“Kebetulan di Pegadaian kredit bisa cair dalam waktu empat hari hanya dengan jaminan BPKB,” katanya. Ia tak membantah, kalau permintaan kredit ke Pegadaian dilakukan untuk antisipasi menghadapi tingginya permintaan saat Lebaran nanti.

Tak hanya kredit mikro yang mengalami kenaikan, transaksi gadai di Kabupaten Banyumas juga mengalami kenaikan. Pegadaian Purwokerto yang mempunyai tujuh outlet, saat ini dalam sehari melayani transaksi gadai hingga Rp 500 juta. “Kalau hari normal biasanya hanya Rp 400 juta,” tutur Mahmud.

Menurut Mahmud, masyarakat kebanyakan menggadaikan emas dan barang elektronik untuk mendapatkan uang segar. Mereka biasanya akan menebus barang-barangnya tiga hari menjelang Lebaran. “Pada saat itu uang dari Jakarta sudah mengalir ke daerah,” ucap dia.

ARIS ANDRIANTO