Bunga Deposito Turun, BUMN Pasrah Pendapatan Berkurang

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memasrahkan berkurangnya pendapatan akibat turunnya bunga deposito perbankan selepas kesepakatan 14 bank besar pekan lalu. 

"Tidak apa-apa kalau perusahaan asuransi atau Jamsostek mendapat lebih sedikit return (imbal hasil) investasi, tapi bisa membuat kondisi perekonomian lebih baik," kata Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil dalam jumpa pers di Departemen Keuangan, Rabu (26/8).

Pendapatan Kementerian bakal berkurang dari turunnya penghasilan perusahaan pelat merah dan atau dana pensiunnya, pemilik dana besar yang menaruh uangnya di deposito bank. Misalnya, PT Jamsostek, PT Pertamina, PT PLN, dan PT Telekomunikasi  Indonesia Tbk (Telkom).

Menurut Sofyan, selama ini negara tidak menginginkan keuntungan yang berlebih, tetapi yang wajar. Bank pelat merah pun dimintanya mematuhi kesepakatan 14 bank. Sofyan mengingatkan, perusahaan milik negara hanya memiliki porsi sekitar 35 persen dana perbankan. "Bank Indonesia harus lihat bagaimana caranya (deposan pemilik dana) 65 persen lainnya tunduk pada level of playing field yang sama," katanya.

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah menanggapi, ia tak mempermasalahkan turunnya pemasukan akibat melorotnya bunga deposito. "Bukan pendapatan utama kami," ujarnya.

Direktur Investasi Jamsostek Elvyn G. Masassya mengatakan perusahaannya menyimpan sekitar Rp 22 triliun di deposito perbankan. Selepas kesepakatan, sebutnya, ada kemungkinan Jamsostek akan mengalihkan 10-20 persen dari uang deposito itu ke investasi di obligasi atau pasar modal.

BUNGA MANGGIASIH