Berita Terkait


Pengusaha Bali Kuasai Separuh Pulau Satabo

TEMPO Interaktif, Jakarta -  Teka-teki siapa pembeli pulau Satabo, di Kabupaten Sumenep, Madura, akhirnya terjawab. Namanya, Zainal Saniya, orang Sulawesi, Ia menjadi pengusaha hotel dan resort sukses di pulau dewata Bali.

Menurut Nur Asur, calon legislator terpilih dari Kepulauan Sapeken. Kasus pembelian tanah di Pulau Satabo ini bermula dari kedatangan Zainal Saniya ke Sapeken pada akhir tahun 2007. Ia berminat, membangun sebuah lokasi wisata bahari di Pulau Satabo.

Tapi, Nur melanjutkan, baru pada Oktober 2008, Zainal Saniya mempresentasikan keinginannya membangun sebuah lokasi wisata di Pulau Satabo. Tokoh masyarakat, pengasuh pesantren dan Anggota Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Sapeken diundang. "Saya tidak datang waktu itu," katanya, Minggu (30/8).

Selama presentasi, Zainal mengungkapkan pulau Satabo akan dijadikan lokasi wisata khusus wisatawan timur tengah. Ide ini, kata Nur Asur, muncul karena banyak wisatawan timur tengah sudah tidak terlalu senang kondisi Bali yang ramai. "Orang timur tengah juga tidak suka wisata lombok, makanya Satabo dilirik Zainal," jelasnya.

Singkat cerita, Tokoh masyarakat dan Muspika Sapeken setuju dengan presentasi Zainal Saniya. Tapi, kata Nur Asur, ada dua syarat yang diajukan masyarakat yaitu pengelolaan lokasi wisata harus diserahkan kepada warga setempat dan lokasi wisata harus bernuansa Islami. "Zainal menyetujui sarat itu," katanya.

Nur Asur yang telah menjadi Anggota Dewan dari Partai Keadilan Sejahtera, saat itu menyarankan kepada masyarakat agar tidak menjual tanah mereka dan mengajukan sistem kontrak lahan. "Usul saya tidak didengar, mereka jual tanah ke Zainal," kenangnya.

Ia mengatakan, Zainal Saniya saat ini telah menguasai separuh tanah Pulau Satabo. yaitu sekitar dua hektar dari total luas pulau empat hektar. "Zainal sediakan Rp 2 Miliar untuk beli pulau Satabo," katanya.

 

 

MUSTHOFA BISRI