Spontanitas rekan Mahasiswa UGM rasanya wajar aja tuh sepanjang tidak jad anarkis. Niat dialog sepertinya baik tuh kenapa gak diakomodir kampur, asal jangan jadi menimbulkan keributan. Dari dialog mungkin bisa menjadi saling pengertian.Mahasiswa Malaysia juga bisa menyampaikan kepada rekan2 nya di Malay bahwa kita sakit hati dengan sikap yg tak berbudaya dari tindakan Malaysia dimaksud. Dengan demikian semoga masyarakat berpendidikan Malaysia dapat menyuarakan hal ini. Apabila tidak ya emang Malay punya sknario yg harus kita siasati juga untuk menghantamnya.
kenapa? bukankah universiti tempat menuntut ilmu, berinteraksi dengan semua bangsam berkongsi maklumat demi kepentingan sejagat. Jika pelajar di UGM ini bertindak liar mengecam segala apa yang datang dari Malaysia tidak membawa kebaikan..tindakan ini hanya menyempitkan fikiran. Jangan terlalu beremosi di atas kelemahan diri sendiri. Kenapa selalu bersifat cemburu dengan apa yang dimiliki oleh Malaysia.
Adalah disarankan waktu cuti kuliah melancong ke Malaysia..tinjau-tinjau apa yang tidak kena dengan rakyat Indonesia yang berada di Malaysia. Jangan asyik mencari kesalahan rakyat Malaysia je.
Aksi N.Mad Top adalah aksi dirinya sendiri. Tiada kaitan dengan rakyat Malaysia yang lain. Saya kira pelajar universiti UGM matang menggunakan kepala otaknya sebaliknya melalui aksi yang ditunjukkan tidak ubah \'kera mendapat bunga\'.
Untuk setingkat mahasiswa di universitas sekaliber UGM, tindakan mahasiswa tsb di atas dapat dikatakan bodoh. Coba saja dipikirkan lagi, cara apa yang sebaiknya dapat dilakukan untuk menyikapi hubungan Indonesia dan Malaysia. Tapi yang pasti, bukan seperti ini.
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan