Berita Terkait



Investasi Perkebunan Tahun Depan Rp 45,180 Triliun

TEMPO Interaktif, Jakarta - Departemen Pertanian memprediksi kebutuhan investasi untuk pembangunan perkebunan tahun depan sebesar Rp 45,180 triliun. Direktur Jenderal Perkebunan Achmad Manggabarani mengatakan dana investasi tersebut berasal dari anggaran negara dan sumber lain.

Manggabarani menjelaskan, dana berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) direncanakan Rp 1,454 triliun. Sedangkan dana dari sumber lain sebesar Rp 43,726 triliun. "Sumber pendanaan lain seperti APBD, perbankan dan swadaya masyarakat," kata Manggabarani seusai acara buka puasa di kantor Departemen Pertanian, Jakarta, Senin (7/9).

Dia melanjutkan, dana APBN hanya untuk kegiatan penyediaan benih, pembinaan, pengawalan. Adapun investasi perkebunan difokuskan pada kegiatan revitalisasi perkebunan, akselerasi peningkatan produksi tebu, pengembangan tanaman penghasil bahan bakar nabati (biofuel), pengembangan kapas rakyat, dan kelapa rakyat terpadu.

Manggabarani menambahkan, pihaknya mentargetkan tiga komoditas menjadi unggulan tahun depan antara lain kelapa sawit, karet dan kakao. Revitalisasi perkebunan nantinya fokus ke tiga komoditas tersebut.

Departemen Keuangan menyetujui pendanaan untuk pengembangan tiga komoditas ini. Pihak perbankan, lanjutnya, juga telah mendukungnya. Lembaga perbankan telah komitmen untuk menyediakan dana sebesar Rp 3,7 triliun. "Perbankan menilai ketiga komoditas ini prospektif," katanya.

Direktorat Jenderal Perkebunan juga mentargetkan produksi ketiga komoditas itu meningkat tahun depan. Produksi karet (karet kering) ditargetkan meningkat dari 2,5 juta ton menjadi 2,6 juta ton. Begitu pula produksi kelapa sawit ditargetkan naik dari 19,4 juta ton menjadi 20 juta ton. Sedangkan produksi kakao (biji kering) ditargetkan meningkat dari 849 ribu ton menjadi 899 ton.

Peningkatan produksi otomatis membutuhkan perluasan lahan. Untuk itu, lahan kebun karet tahun depan diperluas dari 3,5 juta hektare menjadi 3,8 juta hektare, lahan kelapa sawit diperluas dari 7,3 juta hektare menjadi 8,1 juta hektare, dan lahan kebun kakao diperluas dari 1,5 juta hektare menjadi 1,6 juta hektare.

Menurut Manggabarani, secara keseluruhan, pihaknya mentargetkan peningkatan produksi seluruh komoditas perkebunan pada tahun depan sebesar 3,7 persen atau dari 30 juta ton menjadi 31 juta ton. Sedangkan peningkatan perluasan lahan dari seluruh komoditas perkebunan sebesar 6,3 persen, atau dari 19,5 juta hektare menjadi 20 juta hektare.

Dengan adanya peningkatan produksi dan perluasan lahan, Manggabarani mengharapkan terbuka kesempatan kerja baru untuk 226 ribu orang dan melibatkan petani 19,78 kepala keluarga. Demikian pula dengan pendapatan pekebun juga meningkat menjadi US$ 1.600 per kepala keluarga per tahun per hektare.

NIEKE INDRIETTA