Korban Pesawat Nomad Sudah Dipulangkan
TEMPO Interaktif, Balikpapan - Pangkalan TNI Angkatan Laut Tarakan, Kalimantan Timur, menyatakan seluruh korban kecelakaan pesawat Nomad P-837 di Bulungan sudah dipulangkan ke keluarga masing-masing. Para korban adalah Muslimin, Yacob Kayang, Fikri, dan Sri Hardi.
"Sudah dipulangkan ke keluarganya," kata Komandan Pangkalan Laut Tarakan, Letnan Kolonel (P) Bambang Irwanto, Selasa (8/9).
Bambang mengatakan jenazah Yakub Kayang dipulangkan ke Longsam Bulungan dan Muslimin ke Pamudian Tarakan. Ada pun jenazah Fikri dan Srihadi akan dipulangkan ke Mataram menumpang pesawat Batavia. "Jenazah ke Mataram diberangkatkan besok," ujarnya.
Tim medis Rumah Sakit AL Tarakan masih memantau perkembangan kesehatan pilot Nomad Letnan Satu Erwin dan co pilot Letnan Satu Saiful. Demikian pula tiga awak penumpang yang mengalami luka ringan, yaitu teknisi pesawat Sersan Mayor Sadikin, Uhip dan Muhamir.
Pesawat TNI AL jenis Nomad P-837 kemarin dilaporkan jatuh di kawasan Sekatak Bengara, Sungai Sukun Mentadau, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur. Bangkai pesawat Nomad dalam kondisi rusak parah dengan posisi terbalik di kawasan pertambakan.
Pesawat ini biasanya dipergunakan untuk pengintaian kawasan perbatasan blok Ambalat Tarakan, Kalimantan Timur. Pangkalan TNI AL Tarakan sering memanfaatkannya untuk menjaga kedaulatan negara di perbatasan Indonesia-Malaysia.
Pesawat ini sedang melaksanakan patroli intai rutin rute Tarakan-Long Apu-Tarakan. Pesawat berangkat dari Bandar Udara Juata Tarakan. Pesawat TNI AL Nomad P 837 dikemudikan pilot Letnan Satu Saiful dan co pilot Erwin. Pesawat ini hanya membawa enam penumpang.
SG WIBISONO
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Kementerian Kehutanan Gandeng TNI untuk Merehabilitasi Hutan
- Rekaman Paus Berdoa Usir Setan Dibantah Vatikan
- 150 Tahun Pastur Van Lith Dirayakan
- Australia Kembangkan Gas Dari Kotoran Babi
- WHO Antinegosiasi Dengan Industri Tembakau
- Luthfi Hasan Diduga Punya Tanah 2 Hektare di Bogor
- Freeport Berhenti, Negara Rugi US$ 1,82 Juta/Hari













