Jusuf Kalla/TEMPO/Dimas Aryo
Berita Terkait
Kalla Tampik Tawaran Yudhoyono Tetap di Pemerintahan
TEMPO Interaktif, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla bersedia memberi saran dan masukan untuk pemerintahan mendatang bila dibutuhkan. Namun, Kalla menampik tawaran jabatan di Dewan Pertimbangan Presiden. "Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden), itu ndak. Karena itu tidak boleh ketua yayasan, pengusaha. Dan saya tidak cocok," kata Jusuf Kalla di kantor Wakil Presiden, Jumat (11/9).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya menyatakan Jusuf Kalla masih bisa berkontribusi bagi bangsa meski tak di kabinet mendatang. Dia berharap Kalla berkontribusi dalam bentuk apa pun untuk pemerintah maupun presiden yang akan memimpin lima tahun mendatang.
"Saya menyampaikan ini dari hati saya bahwa masih terbuka bagi siapa pun, apalagi Pak Jusuf Kalla, yang lima tahun bersama-sama saya mengelola semuanya ini. Dan itu kebersamaan yang indah, kebersamaan yang baik karena makin banyak putra-putri bangsa yang ikut bersama-sama mengelola negara ini. Meskipun dari generasi yang berbeda, tentu akan membawa kebaikan," kata dia saat membuka sidang kabinet, Kamis (10/9).
Kalla menegaskan dirinya dan Yudhoyono tak pernah berpisah sejak 2004. Namun, Kalla dan Yudhoyono sempat berbeda kubu saat pencalonan presiden. Dia pun enggan memaknai secara lugas pernyataan Yudhoyono di hadapan para menteri dan wartawan di kantor presiden itu. "Luas sekali maknanya. Masa tidak bisa membantu pikiran-pikiran untuk bangsa dan negara," ujar dia.
Kalla bersedia berdiskusi dengan presiden untuk membahas persoalan bangsa di masa mendatang. Namun, dia tetap ingin berada di luar pemerintahan. "Berdiskusi, berbicara dengan presiden sekali-kali itu bagus. (Ada di luar pemerintahan) tapi memberi saran sekali-sekali itu juga bisa," kata dia.
Dia membantah ditawari posisi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. "Ndaklah. Saya tidak tahu," kata Kalla.
KURNIASIH BUDI
Web via