Berita Terkait


Realisasi BMDTP Plastik Terancam Tak Sesuai Target

TEMPO Interaktif, Jakarta - Realisasi Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) untuk impor bahan baku polyethilena (PE) dan polyprophilena (PP) sebesar Rp 40 miliar terancam tak sesuai target. Bea Masuk itu untuk bahan baku yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri. Sebab peraturan menteri keuangan tak kunjung turun, padahal waktu realisasi tinggal empat bulan.

Ketua Federasi Industri Plastik Indonesia (Fiplasin) Willy Sidharta mengatakan sebanyak 12 perusahaan plastik menunggu fasilitas tersebut. "Kalau tidak keluar, nanti tidak bisa terealisasi semuanya," kata Willy di kawasan industri Cikarang, Bekasi, Senin (14/9).

Saat ini saja, ia melanjutkan, perusahaan plastik terbeban US$ 50-60 per metrik ton untuk impor PE dan PP. Biaya itu dinilai cukup signifikan. Kalaupun akhirnya peraturan menteri keuangan keluar, realisasi diperkirakan hanya sekitar 75-85 persen.

Menurut Willy, BMDTP bahan baku tersebut akan mempengaruhi biaya produksi produk plastik. Semakin efisien biaya produksi, maka harga produk plastik bisa semakin murah. Otomatis, industri makanan dan minuman serta farmasi yang menjadi konsumen produk plastik juga terpengaruh.

Menteri Perindustrian Fahmi Idris telah dua kali melayangkan surat kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani menanyakan hal ini.

Direktur Industri Kimia Hilir Departemen Perindustrian Tony Tanduk mengatakan surat menteri yang kedua dilayangkan sekitar dua pekan lalu. Menurut dia, Peraturan Menteri Keuangan selama ini belum keluar karena masih dalam pembahasan.
"Penerimaan negara untuk PP lebih dari Rp 100 miliar. Kenapa mengeluarkan PMK saja sulit," katanya.

Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan cairnya dana BMDTP akan meringankan beban biaya produksi industri. "Saya harap bisa segera cair," katanya.

NIEKE INDRIETTA