Berita Terkait
Perbaikan Fasilitas Obyek Wisata Jawa Barat Telan Rp 20 Miliar
TEMPO Interaktif, BANDUNG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat menyiapkan angaran Rp 20 miliar untuk pembangunan sarana publik objek wisata. “Kami fokuskan hanya untuk objek wisata unggulan saja,” kata Kepala Dinasnya, Herdiwan Iing Suranta di Bandung, Rabu (16/9).
Lokasi wisata unggulan yang bakal digarap itu adalah Pantai Cimaja dan Pantai Ombak Tujuh di Sukabumi, Gunung Galunggung, serta Maribaya. Dinas itu akan melengkapi sarana publik sekaligus memperbaiki yang sudah ada.
Cara serupa pernah dilakukan untuk membenahi objek wisata di Pantai Pangandaran. Perbaikan infrastruktur plus sarana publik di kawasan wisata pantai itu menghabiskan dana Rp 11 miliar.
Dinas Pariwisata Jawa Barat tengah menyeleksi objek wisata yang ada. Promosi wisata di Jawa Barat bakal difokuskan pada 20 objek wisata itu. “Kita akan ambil alih promosinya dan pembangunan infrastrukturnya,” kata Herdiwan
Dari 20 lokasi objek wisata itu sebagian sudah diputuskan. Di antaranya Pantai Cimaja dan Pantai Ombak Tujuh di Sukabumi; lalu Pangandaran, Batu Hiu, dan Batu Karas di Ciamis; wisata kuliner untuk Kota Bandung; serta Gunung Tangkuban Parahu dan Maribaya di Kabupaten Bandung.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat hingga kini masih mengumpulkan data objek wisata yang rusak akibat gempa. Sejumlah objek wisata rusak akibat gempa bumi lalu di antaranya rumah peninggalan Boscha di Pangalengan, serta sejumlah objek wisata di Manonjaya, Tasikmalaya.
Sambil menunggu hasil pendataan itu, dia meminta pengelola hotel dan tempat wisata agar tidak menutupi kondisi daerahnya. Masalahnya, Lebaran nanti banyak objek wisata yang bakal kebanjiran pengunjung.
Lebaran ini dia memperkirakan kenaikan pengunjung bisa mencapai 20 persenan dari kondisi normalnya. “Seperti Pangandaran, khusus Lebaran ini dari 400 ribu-600 ribu pengunjung sehari bisa naik sampai 800 ribu orang,” kata Herdiwan.
Wisatawan luar negeri sendiri porsinya masih belum berubah. Dominan masih berasal dari Malaysia serta Belanda. Kunjungan wisatawan asal Malaysia kendati sempat menurun drastis di pekan pertama bulan puasa, saat ini sudah normal bahkan cenderung naik.
Ketegangan hubungan Indonesia dan Malaysia akibat klaim budaya tidak pengaruhi kunjungan wisatawan asal negara itu ke Bandung. Yang justru turun drastis, papar Herdiwan, malah wisatawan asal Timur Tengah. Kondisi ini terjadi pasca pengeboman JW Marriot dan Ritz Carlton.
AHMAD FIKRI